Dari California ke Kudus: Perjalanan Atlet Bulutangkis AS Mengejar Mimpi di Super Junior Liga

Sabtu, 20 September 2025 – 10:25 WIB

VIVA – GOR Djarum, Kudus, Jawa Tengah, sedang jadi panggung penting untuk pebulutangkis muda dunia dalam acara Polytron Superliga Junior 2025. Dari banyak peserta, ada satu nama yang menarik perhatian: Audrey Chang, pemain muda dari California, Amerika Serikat.

Baca Juga :


Jadwal 3 Wakil Indonesia di Perempat Final China Masters 2025, Tayang di TV Mana?

Buad Audrey, acara ini sangat spesial. Karena ini pertama kalinya dia datang ke Indonesia, negara yang dikenal sebagai pusat bulutangkis dunia.

“Pertama kali datang kesini, saya kaget dengan cuacanya yang lembap. Tapi makanannya enak banget, dan harganya jauh lebih murah dibanding di Amerika,” katanya sambil ketawa.

Baca Juga :


59 Menit Membara, Fajar/Fikri Lolos Perempat Final China Masters 2025

Audrey datang bareng timnya untuk merasakan atmosfer turnamen beregu yang jarang ada di negerinya. “Kami nggak punya turnamen kayak gini di AS. Formatnya mirip Uber Cup, jadi bener-bener pengalaman baru. Ada tekanan, karena kalau kalah berarti tim juga kalah. Tapi justru itu yang buat kami belajar banyak,” ungkapnya.

Walaupun sempat canggung lawan pemain-pemain Asia, dia tetap coba tampil maksimal. “Awalnya saya takut, soalnya pemain Asia punya stamina dan pengalaman lebih. Mereka nggak pernah nyerah. Tapi saya belajar banyak dan sejauh ini cukup senang sama hasilnya,” kata Audrey.

Baca Juga :


Filipina dan Amerika Serikat Cicipi Kerasnya Persaingan Superliga Junior 2025

Dia juga jujur ngelihat perbedaan besar antara bulutangkis di Amerika dan Asia. “Di Amerika, permainan lebih cepet selesai karena biasanya lawan cepet bikin kesalahan. Kalau di sini, reli panjang udah biasa. Stamina jadi kunci, dan itu pelajaran berharga untuk saya,” jelasnya.

MEMBACA  Tiga kapal membawa bantuan ke Gaza dari Siprus diperkirakan tiba pada hari Senin

Perjalanan Audrey di bulutangkis nggak lepas dari bimbingan dua nama besar dari Indonesia, Tony Gunawan dan Etty. Sejak umur enam tahun, dia latihan di Global Badminton Academy sama mereka.

“Coach Tony dan Coach Etty selalu ada buat saya, bukan cuma di lapangan tapi juga di luar. Mereka bimbing teknik, tapi juga kasih dukungan emosional. Saya sangat bersyukur punya mereka,” ujar Audrey penuh haru.

Bagi remaja dari California itu, Polytron Superliga Junior 2025 bukan cuma turnamen biasa. Lebih dari itu, dia anggap ini sebagai sekolah mental yang membentuk dia untuk siap hadapi tekanan di level yang lebih tinggi. “Saya belajar gimana caranya main untuk diri sendiri, tapi juga untuk tim. Itu sangat beda, tapi akan bikin saya lebih kuat,” tuturnya.

Di tengah gegap gempita bulutangkis Kudus, Audrey kayak nemuin rumah kedua. Sebuah perjalanan kecil yang mungkin bakal jadi fondasi besar dalam karir panjangnya di dunia bulutangkis international.

Halaman Selanjutnya

“Coach Tony dan Coach Etty selalu ada untuk saya, bukan hanya di lapangan tapi juga di luar. Mereka membimbing teknik, tapi juga memberi dukungan emosional. Saya sangat bersyukur punya mereka,” ucap Audrey penuh haru.