Jakarta (ANTARA) – Dana kekayaan negara Indonesia, Danantara, menargetkan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebesar Rp1 triliun, atau sekitar US$60 juta, untuk mendukung upaya penanggulangan bencana di Sumatra.
Berbicara dalam rapat di Aceh pada Kamis, CEO Danantara Rosan Roeslani menyampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa dana CSR tersebut digunakan untuk membangun perumahan sementara bagi penyintas banjir.
Dia mengatakan keterlibatan BUMN memungkinkan pemerintah merespon bencana dengan cepat, menghindari kendala anggaran dan administratif yang sering menunda pencairan dana negara.
Roeslani menambahkan, sejauh ini BUMN telah mencairkan Rp655 miliar untuk pengembangan komplek perumahan sementara ini.
Komplek perumahan itu dibangun di atas tanah milik perusahaan perkebunan negara PT Perkebunan Nusantara (PTPN), dengan beberapa BUMN lain yang terlibat dalam proses pembangunannya.
Pembangunan komplek dimulai pada 24 Desember untuk menampung warga yang terdampak tanah longsor dan banjir bandang yang melanda wilayah itu pada akhir November.
Sebanyak 600 unit rumah sementara yang telah selesai di Aceh Tamiang, Aceh, siap diserahkan kepada pihak berwenang setempat untuk menampung korban bencana sebelum mereka pindah ke rumah permanen.
Danantara menargetkan pembangunan hingga 15.000 unit rumah sementara dalam tiga bulan ke depan di daerah-daerah terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Berita terkait: Prabowo perintahkan perbaikan fasilitas terdampak banjir bersama-sama dengan tempat penampungan
Berita terkait: Prabowo desak atap lebih dingin untuk rumah sementara penyintas banjir Aceh
Penerjemah: Maria Cicilia Galuh, Nabil Ihsan
Editor: Anton Santoso
Hak Cipta © ANTARA 2026