Danantara Amankan Investasi Rp23,7 Triliun untuk Pabrik Panel Surya

JAKARTA – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara telah mendapat komitmen investasi sebesar USD 1,4 miliar atau sekitar Rp 23,77 triliun untuk membangun pabrik pembuatan panel surya dengan kapasitas 50 gigawatt (GW). Proyek strategis ini adalah bagian dari instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) guna mencapai swasembada energi nasional.

Menteri Investasi dan Hilirisasi yang juga Kepala Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan investasi besar ini akan difokuskan untuk memperkuat ekosistem industri tenaga surya dari hulu ke hilir di dalam negri. Pembangunan pabrik berkapasitas 50 GW ini ditargetkan selesai pada akhir tahun ini, sehingga kebutuhan komponen untuk proyek PLTS nasional dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri dan tidak bergantung impor.

“Sesungguhnya di semua desa, tapi tadi diprioritaskan mungkin di daerah yang sudah punya jaringan distribusinya. Jadi dari usulan awal 100 gigawatt, sekitar 13 gigawatt yang akan diutamakan duluan,” jelas Rosan usai rapat di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (6/3).

Saat ini, pemerintah sedang memprioritaskan pengembangan tahap awal sebesar 13 GW dari total rencana 100 GW. Sebagai langkah awal, Danantara telah mengembangkan satu purwarupa PLTS berkapasitas 1 megawatt di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Model percontohan ini akan segera ditinjau oleh tim gabungan dari Kementerian ESDM dan kementerian lain sebelum diperluas ke wilayah-wilayah lainnya.

MEMBACA  16 Kabel USB-C Terbaik (2024): Untuk iPhone, Ponsel Android, Tablet, dan Laptop

Tinggalkan komentar