loading…
Impor minyak China dari Venezuela diperkirakan merosot mulai Februari akibat blokade AS. FOTO/Reuters
JAKARTA – Impor minyak China dari Venezuela diperkirakan akan anjlok mulai bulan Februari. Pengirimannya turun sampai 75% dibanding tingkat di tahun 2025, terdampak blokade Amerika Serikat yang sangat membatasi kiriman dari anggota pendiri OPEC ini setelah penangkapan Nicolas Maduro.
Hanya sekitar 5 juta barel minyak bakar dan minyak mentah berat Venezuela yang sedang dalam perjalanan ke China menggunakan tiga kapal tanker yang berhasil lolos dari blokade, menurut pedagang dan analis yang dikutip Reuters. Pengiriman tersebut, yang diharapkan tiba akhir Februari, setara dengan sekitar 166.000 barel per hari. Ini merupakan penurunan yang tajam dari rata-rata 642.000 barel per hari yang diekspor Venezuela ke China sepanjang 2025, berdasarkan dokumen internal PDVSA.
Dikutip dari US News, penurunan dramatis ini terjadi setelah serangan militer AS yang menangkap Maduro pada 3 Januari dan “blokade total dan lengkap” yang diterapkan Presiden Donald Trump pada Desember terhadap kapal tanker berizin yang mengangkut minyak Venezuela. Pasukan AS telah menyita setidaknya lima kapal tanker terkait Venezuela sejak blokade dimulai, mendorong pemilik kapal untuk berbalik arah atau tetap berada di perairan Venezuela untuk menghindari penyitaan.
Baca Juga: India Pangkas Impor, Ratusan Ribu Barel Minyak Rusia Terombang-ambing di Laut
Sekitar selusin kapal tanker yang telah bermuatan berangkat dari Venezuela dengan transponder lokasi dimatikan selama penggerebekan 3 Januari, tapi sebagian besar telah kembali setelah pemerintah sementara Caracas menegosiasikan kesepakatan pasokan minyak 50 juta barel dengan Washington. Perusahaan perdagangan Trafigura dan Vitol telah mulai memasarkan minyak Venezuela di bawah mandat AS, mendekati kilang milik negara di China dan India untuk pengiriman bulan Maret.
Gangguan pasokan ini paling parah memukul kilang independen China, yang dikenal sebagai “teapots”. Kilang-kilang swasta di Provinsi Shandong ini merupakan pembeli utama minyak mental berat Venezuela, mengolahnya menjadi aspal untuk jalan dan atap. Pasokan Venezuela menyumbang sekitar 4% dari total impor minyak mentah laut China.