Selasa, 13 Januari 2026 – 13:38 WIB
Jakarta, VIVA – Pasar mobil di Indonesia di tahun 2025 menunjukkan dinamika yang sangat menarik dengan banyak pilihan kendaraan dari seluruh dunia. Kehadiran mobil impor atau CBU ini menambah banyak opsi untuk konsumen yang menginginkan teknologi terkini.
Menurut laporan data Gaikindo, lonjakan permintaan untuk kendaraan ramah lingkungan menjadi pendorong utama impor tahun ini. Hal ini terlihat dari banyaknya mobil listrik yang sekarang masuk dalam portofolio kendaraan impor nasional.
Dari penelusuran VIVA Otomotif di data terbaru Gaikindo, Selasa 13 Januari 2026, merek BYD menjadi yang paling menonjol karena berhasil mengimpor puluhan ribu unit untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Melalui model seperti M6, Atto 3, dan Seal, BYD mengimpor sebanyak 51.435 unit.
Di sisi lain, Toyota tetap konsisten menghadirkan mobil premium dan niaga yang tangguh lewat jalur CBU. Model-model terkenal seperti Alphard, Land Cruiser, dan Hilux menyumbang impor yang signifikan, yaitu 30.996 unit.
Toyota Alphard di GIIAS 2025
Pendatang baru dari Vietnam, VinFast, juga menunjukkan keseriusannya di pasar Indonesia. Dengan total impor 17.222 unit, model seperti VF 5 dan VF 3 mulai sering terlihat di jalanan kota-kota besar.
Segmen kendaraan hobi dan gaya hidup juga tidak ketinggalan. Mitsubishi dengan Triton terbaru serta Suzuki dengan Jimny dan Grand Vitara tetap berkontribusi dengan impor ribuan unit.
Selain itu, merek mewah seperti Lexus dan model inovatif dari Geely serta Aion semakin memperkaya pilihan. Kehadiran mereka membuktikan pasar Indonesia terbuka terhadap inovasi teknologi otomotif dari berbagai negara.
Secara keseluruhan, total penjualan mobil nasional yang mencapai 803.687 unit adalah hasil sinergi positif antara produksi lokal dan impor. Keberagaman ini justru memperkuat industri otomotif kita dan memberikan lebih banyak keuntungan bagi konsumen.