Rabu, 13 Mei 2026 – 16:04 WIB
Jakarta, VIVA – Penggunaan AI seperti ChatGPT sekarang makin deket dengan kehidupan sehari-hari. Banyak orang manfaatin teknologi ini untuk berbagai kebutuhan, mulai dari cari saran keuangan, curhat soal masalah pribadi, sampai edit foto.
Tanpa disadari, makin sering seseorang pake ChatGPT, makin banyak juga data pribadi yang tersimpen di akun mereka. Informasi ini bisa berupa percakapan sensitif, foto pribadi, dokumen kerja, sampai kebiasaan pengguna saat berinteraksi dengan AI.
Meskipun sistem keamanan AI ini udah dirancang cukup ketat, pengguna tetap disaranin buat nambahin lapisan perlindungan ekstra demi jaga privasi akun tetap aman.
Kabar baiknya, proses ngamani akun ini cukup gampang dilakukan dan gak perlu kemampuan teknis khusus. Cuma dalam beberapa menit, pengguna udah bisa ningkatin keamanan akun mereka secara signifikan. Melansir dari Tom’s Guide, ini empat langkah penting yang bisa dilakukan buat ngunci akun ChatGPT biar lebih aman dan privat.
1. Masuk ke Pengaturan Keamanan
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah buka menu pengaturan keamanan di akun ChatGPT. Pengguna bisa buka sidebar di aplikasi atau versi desktop, lalu klik nama akun yang ada di bagian profil. Setelah itu, masuk ke menu "Security" atau keamanan. Di bagian inilah berbagai fitur perlindungan akun tersedia buat diaktifin.
2. Gunakan Password yang Kuat
Password masih jadi benteng utama buat melindungi akun digital. Karena itu, pengguna disaranin pake kata sandi yang kuat dan gak gampang ditebak. Hindari pengunaan password sederhana kayak tanggal lahir, nama sendiri, atau kombinasi umum yang sering dipake di akun lain. Kalo sebelumnya pake password yang sama di berbagai platform, mending segera ganti dengan kombinasi baru yang lebih unik. Password yang baik biasanya terdiri dari campuran huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol biar lebih susah dibobol.
3. Aktifkan Passkey buat Login Lebih Aman
Selain password biasa, ChatGPT sekarang juga dukung fitur passkey. Fitur ini memungkinkan pengguna masuk ke akun pake sidik jari, PIN, atau pemindai wajah kayak Face ID. Metode ini dinilai lebih aman dibanding password tradisional karena lebih susah diretasa tau dicuri lewat phishing.