Rabu, 7 Januari 2026 – 08:52 WIB
Jakarta, VIVA – Perusahaan anak PT Kereta Api Indonesia, yaitu PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik), melaporkan telah menangani pengiriman barang ritel sebanyak 138.761 koli. Total volumenya lebih dari 3.000 ton, untuk mendukung kelancaran periode Nataru melalui distribusi logistik ke masyarakat di berbagai daerah.
Baca Juga :
Pertamina Kawal Pasokan Energi Periode Nataru, Posko ESDM Ungkap Ada Kenaikan Konsumsi
Pencapaian ini menunjukan pertumbuhan sekitar 10 persen dibandingkan masa Nataru tahun lalu. Pada Nataru 2024/2025, volume pengiriman tercatat 2.789 ton, sedangkan untuk periode Nataru tahun ini naik menjadi 3.073 ton.
Direktur Pengembangan Usaha KAI Logistik, Aniek Dwi Deviyanti, mengatakan bahwa peningkatan ini sejalan dengan tumbuhnya kepercayaan masyarakat pada layanan KAI Logistik. Khususnya layanan ritel yang berperan penting di momen strategis seperti libur panjang akhir tahun.
Baca Juga :
Jadi yang Tersibuk, Bandara Soetta Layani 3,5 Juta Penumpang di Nataru 2025-2026
“Pengiriman paket tercatat sampai 1.882 ton, disusul pengiriman sepeda motor sebanyak 1.067 ton. Selain itu, KAI Logistik juga mengelola pengiriman hewan seberat 78 ton, serta berbagai barang lain seperti sepeda, tanaman, elektronik, dan dokumen dengan total sekitar 46 ton,” jelas Aniek dalam keterangannya, Rabu (7/1/2026).
Dia menyebutkan bahwa selama periode layanan Nataru dari 18 Desember 2025 sampai 4 Januari 2026, terjadi puncak volume pengiriman yang meningkat sampai 40 persen dibanding hari-hari biasa. Pengiriman paling banyak adalah paket dan sepeda motor.
Baca Juga :
Efektif di Nataru, Menhub Kembali Berlakukan Pembatasan Truk Sumbu 3 saat Lebaran
Aniek menambahkan, peningkatan volume ini dipengaruhi oleh mobilitas dan aktivitas masyarakat yang naik. “Ada momen libur semester kampus dan juga tingginya pergerakan wisatawan selama Nataru. Layanan kami ini dimanfaatkan masyarakat untuk mengirim berbagai keperluan pribadi, baik ke kampung halaman maupun ke kota tujuan liburan,” lanjutnya.
Faktor lain adalah kebijakan pembatasan bagasi penumpang kereta api, yang mendorong penggunaan layanan logistik ritel ini. Karena batas bagasi gratis maksimal cuma 20 kilogram, layanan kiriman ritel dari KAI Logistik jadi alternatif bagi penumpang yang bawa barang lebih atau oleh-oleh pulang berwisata.
Untuk tujuan pengiriman, tren selama Nataru didominasi kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, D.I. Yogyakarta, Semarang, Solo, dan Bandung. Agar distribusi ke daerah-daerah itu lancar, KAI Logistik melakukan beberapa langkah antisipatif di bagian operasional. Misalnya nambah kapasitas angkut sampai 20 ton per hari, yang dialokasikan masing-masing 10 ton untuk jalur KA Utara dan jalur KA Tengah di tanggal tertentu saat puncak akhir Desember.
Halaman Selanjutnya
Selain nambah kapasitas, perusahaan juga mengoptimumkan jaringan distribusi dengan memperkuat armada trucking, memanfaatkan teknologi digital lewat aplikasi KAI Logistik TRAX, serta memperluas jangkauan layanan yang sekarang sudah mencapai 284 titik service point.