Camilan Kentang Viral dari Malaysia Kini Hadir di Indonesia

Selasa, 17 Februari 2026 – 20.42 WIB

Jakarta, VIVA – Camilan yang terbuat dari kentang sepertinya tidak pernah kehilangan penggemarnya di Indonesia. Dari kentang goreng biasa di restoran cepat saji sampai kreasi baru dengan berbagai saus dan bumbu, makanan ini jadi pilihan yang praktis buat teman nongkrong, kerja, atau sekadar selingan di sela kesibukan.

Karakteristiknya yang ringan, gampang dimakan, dan bisa dipadukan dengan banyak rasa membuat kentang goreng terus berubah mengikuti selera anak muda dan keluarga kota. Scroll lagi buat info lengkapnya, yuk!

Di tengah tren itu, satu lagi merek camilan kentang dari Malaysia resmi masuk ke pasar Indonesia. Happy Potato, yang dikenal dengan konsep shaker fries, baru buka gerai pertamanya di Indonesia dan memilih Gajah Mada Plaza sebagai tempat pertamanya.

Gerai pertamanya ada di lantai 1 mall itu, yaitu daerah komersial yang terkenal ramai pengunjung. Desain ruangannya dibuat modern dan santai, disesuaikan dengan kebiasaan konsumen kota yang suka kepraktisan tapi tetap cari pengalaman beda saat nyemil.

Happy Potato bawa konsep shaker fries, yaitu cara penyajian kentang goreng yang dicampur dengan berbagai bumbu dengan cara dikocok (shaking) sebelum diberikan ke pembeli. Cara ini bikin rasanya lebih merata sekaligus menambah unsur interaktif waktu penyajian.

Menurut Manajemen Happy Potato Indonesia, Junsius Manulang, Indonesia dianggap sebagai pasar yang aktif untuk industri makanan dan minuman.

"Pasar Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang bagus di sektor food & beverage, terutama untuk kategori camilan yang ditujukan untuk anak muda dan keluarga kota. Kami lihat ada kebutuhan untuk pilihan produk yang praktis dengan konsep berbeda," kata Junsius dalam pernyataannya, dikutip Selasa 17 Februari 2026.

MEMBACA  UII Menguatkan Pernyataan Sikap Indonesia dalam Kondisi Darurat Kenegarawanan, Mengkritik Sikap Jokowi dalam Pemilu 2024

Dia menambahkan kalau pembukaan gerai pertama ini adalah langkah awal untuk memahami karakter konsumen lokal.

"Melalui kehadiran gerai pertama ini, kami mau mempelajari respon pasar sekaligus membangun dasar operasional yang berkelanjutan di Indonesia," tambahnya.

Tinggalkan komentar