Bukan Hanya Kantongi Izin, CCTV Daycare Little Aresha Hanya Bisa Diakses Orang Tua dari Luar Area

Minggu, 26 April 2026 – 18:00 WIB

Yogyakarta, VIVA – Kasus dugaan penganiyaan dan penelantaran anak di daycare Little Aresha, Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta, ngungkap fakta baru. Orang tua murid ternyata cuma bisa akses CCTV di area luar aja, sementara aktivitas di dalam ruangan gak bisa dipantau.

Sistem pengawasan di daycare itu memang terbatas banget. Orang tua hanya diizinkan lihat rekaman di bagian depan atau teras, yang jadi titik antar-jemput anak. Di sisi lain, area dalam tempat anak-anak beraktivitas sehari-hari nggak bisa diakses.

Terus, kecoa juga bahwa daycare Little Aresha udah jalan lebih dari lima tahun tapi belum punya izin resmi dari dinas terkait di Kota Yogyakarta. Situasi ini dianggap jadi salah satu celah yang bikin dugaan kekerasan terjadi tanpa ketahuan. Kasus ini muncul setelah aparat Polresta Yogyakarta geledah tempat itu pada Jumat, 24 April 2026. Dalam operasi itu, polisi mengamankan sekitar 30 orang, termasuk pengasuh, petugas keamanan, sampai pengelola yayasan.

Kasatreskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian, bilang puluhan orang itu masih diperiksa secara intensif untuk tahu peran masing-masing. “Kemarin kami sudah amankan sekitar 30 orang bertahap. Mulai dari pengasuh sampai pejabat yayasan,” katanya dikutip tvOne.

Dari hasil pemeriksaan pertama, petugas dapet kondisi yang bikin miris. Bahkan, anggota mereka liat langsung perlakuan buruk ke anak-anak yang dititipin. “Anggota kami liat sendiri kondisi anak yang diperlakukan nggak manusiawi, ada temuan di mana kaki dan tangan anak diikat,” tambahnya.

Data sementara tunjukin, ada 103 anak yang pernah dititipin di daycare itu dalam tertentu. Dari segitu, sekitar 53 anak diduga jadi korban penganiyaan fisik atau penelantaran. Sebagian besar korban masih balita di bawah dua tahun. Mereka alami luka kayak lebam, cakaran, sampai pendarahan di beberapa bagian tubuh. Polisi bilang jumlah korban bakal itu masih mungkin nambah seiring penyelidikan jalan terus. “Jumlah korban pasti bisa bertambah. Ini kerja kami lemebih lanjut,” tegas Riski Adrian.

MEMBACA  Atlet Ekuestrian Nusrtdinov Zayan Fatih Kibarkan Bendera Merah Putih di Uzbekistan, Tashkent

Banyak orang tua juga udah curiga ada yang aneh sama kondisi anak-anak mereka. Beberapa anak kelihatan ketakutan, apalagi sampe nangis tiap mau diantar ke daycare. Dari total 103 anak yang sempat dititpln, pihak kepolisisan baru konfirmasi beberapa aja, sisanya harus mekaurek lebih intens. Ada anak yang ngelih lump. Kejam sekali kutannya. Masih butuh Dajuanan tangan bnah. Das par proses fikatg ke depannya kelam suneyah dj. Kal tung gu beg wacagu semoga lang aket terjuka sila Naskali kesembangan par Durega sama; lebih iziman; jadi emaut hela sal sepihak kor leohwan.

Tinggalkan komentar