BSI Salurkan KPR Bersubsidi Rp3,5 Triliun dan Kredit UMKM Rp12,2 Triliun kepada 90 Ribu Pelanggan

Minggu, 8 Februari 2026 – 07:08 WIB

Jakarta, VIVA – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memberikan laporan tentang dukungan perusahaannya terhadap beberapa program andalan pemerintah sepanjang tahun 2025. Program-program ini termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Baca Juga :


Lebih dari 60 Persen Mengalir ke Sektor Penggerak Ekonomi Rakyat, BRI Salurkan KUR Rp178,08 Triliun Sepanjang 2025

Direktur Risk Management BSI, Grandhis H. Harumansyah, menjelaskan bahwa bank telah menyalurkan KUR senilai Rp12,2 triliun kepada 90 ribu nasabah.

“BSI juga turut mendukung Program 3 Juta Rumah atau FLPP yang bersubsidi. Sejak merger hingga saat ini, BSI telah menyalurkan pembiayaan FLPP sebesar Rp3,5 triliun untuk membiayai sekitar 23 ribu unit rumah,” ujarnya pada Sabtu, 7 Februari 2026.

Baca Juga :


KUR Sektor Pertanian 2026 Rp 300 Triliun, Airlangga: Bisa Dinaikkan, Tidak Ada Pembatasan

Selain kedua program itu, BSI juga mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menyediakan 1.350 virtual account (VA) untuk transaksi harian mitra Badan Gizi Nasional (BGN).

Grandhis menambahkan, perusahaan ikut mendukung inisiatif pemerintah untuk membangun 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).

Baca Juga :


BRI Raih Penghargaan Impactful Grassroots Economic Empowerment, Konsisten Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Ia juga menyampaikan bahwa BSI telah menyelesaikan penyaluran dana Sisa Anggaran Lebih (SAL) dari Kementerian Keuangan sebesar Rp10 triliun pada Oktober 2025.

Dana tersebut dialokasikan untuk rantai nilai bisnis UMKM, pembiayaan perumahan non-program, pembiayaan bisnis gadai dan cicil emas, serta pembiayaan konsumer.

Program pemerintah lain yang didukung BSI adalah pengembangan ekosistem bulion atau bank emas. Saat ini, baru ada dua lembaga keuangan di Indonesia yang memiliki status bank emas, yaitu BSI dan PT Pegadaian (Persero).

MEMBACA  Universitas BINUS dan BIPP Berkunjung ke Shenzhen, Tiongkok, Ini Tujuannya

Direktur Distribution and Sales BSI, Anton Sukarna, menerangkan bahwa bisnis emas perusahaan—yang meliputi cicil emas dan gadai emas—tumbuh 78,6 persen (year-on-year/yoy) menjadi Rp22,9 triliun per Desember 2025.

Produk cicil emas melonjak 101,23 persen yoy menjadi Rp12,89 triliun, sementara gadai emas tumbuh 56,05 persen yoy mencapai Rp10,02 triliun. BSI juga mencatat volume penjualan emas mencapai 2,2 ton sepanjang tahun lalu.

Perusahaan saat ini sedang mengembangkan produk bulion baru berupa simpanan emas (gold deposit), yang rencananya akan diluncurkan di akhir Februari 2026.

“Untuk layanan cicil emas dan gadai emas, Alhamdulillah, nasabah kami sudah mencapai 640 ribu. Sementara untuk produk bulion murni seperti titipan dan jual beli, kami telah memiliki sekitar 530 ribu nasabah,” jelas Anton Sukarna.

Tinggalkan komentar