BNPB melaporkan 644 warga dievakuasi saat Gunung Ibu meletus

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa 644 warga dari Halmahera Barat, Maluku Utara, dievakuasi untuk mengurangi dampak letusan Gunung Ibu yang sedang berlangsung, saat ini diklasifikasikan pada Level IV atau Waspada.

Kepala Pusat Data Bencana, Informasi, dan Komunikasi BNPB, Abdul Muhari, mencatat dalam sebuah pernyataan pada hari Senin bahwa jumlah pengungsi akan meningkat menyusul evakuasi warga dari enam desa di Kecamatan Tabaru, Halmahera Barat.

Berdasarkan data dari Pos Pengungsian Darurat Letusan Gunung Ibu, hingga hari Minggu, ratusan warga telah direlokasi ke lokasi pengungsian yang tersebar di enam lokasi.

BNPB menegaskan bahwa Posko Pengungsian Balai Desa Tongute Sungi saat ini menampung 22 keluarga yang terdiri dari 56 individu, sementara Posko Gereja Tongute Sungi telah menerima 98 keluarga, dengan total 245 warga, dan Posko Gereja Akesibu menampung 28 keluarga dengan 70 warga.

Selain itu, Posko Sekolah Dasar Tongute Goin menampung 18 keluarga dengan 40 warga, Posko Sekolah Kejuruan Akesibu memiliki 71 keluarga, dengan total 188 warga, dan Posko Sekolah Dasar Akesibu menampung 31 keluarga yang terdiri dari 65 warga.

Muhari menekankan bahwa lembaga terus memberikan bantuan dan memastikan penanganan respons darurat dapat berjalan lancar.

Salah satu prioritas adalah mendistribusikan kebutuhan untuk lokasi pengungsian. Pemerintah juga meningkatkan dukungan kendaraan untuk mempercepat distribusi, tambahnya.

“Setiap lokasi pengungsian mengajukan daftar kebutuhan yang akan dipenuhi oleh tim logistik,” katanya.

Status siaga Gunung Ibu ditingkatkan dari Level III menjadi Level IV pada tanggal 15 Januari oleh Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Perubahan status ini mengikuti peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan yang terdeteksi oleh tim Badan Geologi antara 1 Januari dan 14 Januari 2025.

MEMBACA  Permintaan Modifikasi Cuaca dari Menhub karena Pembangunan Bandara IKN Terhambat oleh Hujan

Hingga hari Senin, letusan masih berlangsung, dengan kolom abu mencapai ketinggian rata-rata 1.000 meter di atas puncak gunung.

Letusan tercatat pada seismogram dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 61 detik di Pos Pengamatan Gunung di Desa Gam Ici, Kecamatan Ibu, Halmahera Barat.

Pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari untuk penanganan darurat maksimum, dimulai pada tanggal 15 Januari 2025.