BNPB Bangun 36.000 Rumah bagi Korban Banjir di Sumatra

Jakarta (ANTARA) – Sekitar 36.000 unit rumah permanen sedang dibangun untuk warga terdampak banjir di tiga provinsi di Sumatra, dilaporkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Rabu.

Kepala BNPB Suharyanto menyatakan dalam konferensi pers di Jakarta bahwa proyek perumahan ini dikerjakan oleh lembaganya, Kementerian Perumahan dan Permukiman, serta pihak lain termasuk Yayasan Tzu Chi.

Lokasi pembangunannya berada di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Suharyanto menjelaskan BNPB menerapkan dua skema dalam membangun rumah permanen: pembangunan langsung oleh BNPB dan pembangunan mandiri oleh warga.

Dalam skema mandiri, warga menerima dana Rp60 juta (sekitar US$3.550) per unit, yang dicairkan dalam dua tahap.

BNPB juga telah menyiapkan panduan teknis untuk memastikan rumah memenuhi standar keamanan dan kelayakan.

Salah satu persyaratan mencakup penggunaan material seperti besi tulangan untuk kekuatan struktur.

Ditegaskan bahwa bahkan rumah yang dibangun sendiri harus mengikuti standar dan tidak boleh dibangun secara sembarangan.

Suharyanto menyebutkan ada perbedaan indeks biaya konstruksi antara perumahan yang dibangun BNPB dengan yang dikembangkan kementerian atau pihak lain.

Perbedaan itu dipengaruhi oleh konsep pengembangan, terutama untuk warga yang direlokasi ke lokasi terpusat dibandingkan yang membangun kembali di lokasi asal.

Warga dapat memilih untuk pindah ke perumahan terpusat atau membangun kembali di tanah sendiri, asalkan lokasinya aman dari risiko bencana.

“Jika menginginkan rumah yang lebih baik di lokasi terpusat, mereka bisa mendaftar ke pemerintah kabupaten yang akan menempatkan mereka di perumahan buatan kementerian,” ujar Suharyanto.

Dia menambahkan, warga yang ingin tetap di daerah asal boleh melakukannya jika lahannya aman, baik melalui perumahan buatan pemerintah atau pembangunan mandiri.

MEMBACA  Menteri KKP Jelaskan Tiga Anak Buahnya Turut Dalam Pesawat ATR yang Hilang Kontak

Skema bantuan ini diperuntukkan bagi warga yang sepenuhnya bergantung pada dukungan pemerintah.

Mereka yang memiliki kemampuan finansial cukup diizinkan menambah dana untuk meningkatkan kualitas rumahnya.

Berita terkait: Kementerian cairkan Rp100,9 miliar untuk pemulihan bencana Aceh Timur

Berita terkait: Indonesia salurkan bantuan bencana $50 juta untuk korban banjir

Penerjemah: Fathur R, Aditya R, Raka Adji
Editor: Anton Santoso
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar