Minggu, 8 Februari 2026 – 00:15 WIB
Malang, VIVA – Jakarta Bhayangkara Presisi menunjukkan kedalaman skuad yang sangat mengerikan. Tanpa menurunkan pemain asing sama sekali, tim dari Korps Bhayangkara tersebut tetap tampil dominan. Mereka berhasil mengalahkan perlawanan sengit Medan Falcons Tirta Bhagasasi dengan skor telak 3-0 dalam lanjutan Proliga 2026.
Baca Juga:
Pengakuan Jujur Asisten Pelatih Gresik Phonska Usai Dibantai Popsivo, Mediol Yoku Cs Disebut Nervous Sejak Awal
Bertanding di GOR Ken Arok, Malang pada Sabtu malam, 7 Februari 2026, Bhayangkara menang tiga set berurutan dengan skor 25-20, 27-25, dan 26-24. Walaupun hasil akhirnya terlihat meyakinkan, pertandingan ini sebenarnya sangat ketat, terutama di dua set terakhir.
Sejak set pertama, Bhayangkara langsung menekan lewat permainan cepat dan servis yang agresif. Medan Falcons sempat memberikan perlawanan, tapi konsistensi blok dan transisi serangan Bhayangkara membuat mereka bisa menjaga jarak poin hingga menutup set pertama dengan 25-20.
Baca Juga:
Jadwal dan Klasemen Proliga 2026 Putra-Putri Seri Malang: Kejutan dari Livin Mandiri, LavAni Makin Nyaman di Singgasana
Duel makin memanas di set kedua. Medan Falcons beberapa kali unggul dan memaksa reli yang panjang-panjang. Namun, ketenangan pemain Bhayangkara di poin-poin kritis menjadi pembeda. Set kedua ini berakhir sangat dramatis dengan skor 27-25.
Set ketiga kembali berlangsung alot. Falcons mencoba bangkit lewat variasi serangan, tetapi Bhayangkara tetap solid dalam bertahan. Momentum akhirnya berpihak kepada tim Jakarta yang mengunci kemenangan 26-24 dan memastikan laga selesai hanya dalam tiga set saja.
Baca Juga:
Klasemen Proliga 2026 Putri Seri Malang: Livin Mandiri Sikat Medan Falcons 3-0, Yolla Yuliana Cs Gusur BJB Tandamata
Pelatih Jakarta Bhayangkara Presisi, Riedel Toiran, mengungkapkan kemenangan ini berkat rotasi pemain lokal yang sengaja ia terapkan.
"Kami memang mencoba pemain lokal yang ada, pemain asing kami simpan. Ini kan masih babak reguler," kata Riedel seusai pertandingan.
Ia menambahkan, rotasi tersebut adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk mengukur kesiapan semua pemain sebelum masuk fase yang lebih krusial dalam kompetisi.
"Kalau sudah di final four, kami tidak akan coba-coba lagi," ucapnya.
Di sisi lawan, pelatih Medan Falcons Tirta Bhagasasi, Ariyanto, menilai timnya terlalu banyak membuang peluang, khususnya saat momen receive dan serangan balik.
Menurutnya, kesalahan-kesalahan mendasar itu membuat Falcons gagal memaksimalkan poin-poin gratis yang seharusnya bisa menjadi momentum.
"Saat ada umpan free ball, setter yang di depan seharusnya bisa memanfaatkan, tapi belum bisa diarahkan ke titik terlemah Bhayangkara," kata Ariyanto.
Meskipun kalah, ia belum menyerah untuk mengejar tiket final four. "Tentunya kami akan berusaha keras untuk mendapatkannya," ujarnya.
Halaman Selanjutnya