BGN Memberdayakan Lebih dari 46.000 UMKM Melalui Program Makanan Gratis

Jakarta (ANTARA) – Badan Gizi Nasional (BGN) telah memberdayakan lebih dari 46.000 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam setahun terakhir lewat keterlibatan dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan di Jakarta pada Selasa bahwa instansinya terus mendorong penguatan ekonomi lokal melalui pemberdayaan UMKM di setiap unit pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur MBG, yang jumlahnya sudah mencapai 19.188, tersebar di 38 provinsi.

“Sudah lebih dari 46 ribu UMKM beroperasi sebagai pemasok bahan baku ke SPPG,” ujarnya.

Menurut dia, kemitraan ini telah menciptakan rantai pasok yang berkelanjutan, memberdayakan usaha kecil, dan memastikan penerima manfaat program mendapat makanan berkualitas baik.

Ia menambahkan bahwa dapur-dapur MBG telah menciptakan lebih dari 780.000 lapangan kerja untuk operasionalnya, mulai dari penyiapan bahan baku hingga pendistribusian makanan.

Kehadiran SPPG telah membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat, menguatkan ketahanan ekonomi keluarga, serta membangun keterampilan dalam sektor pangan.

“Program ini sangat mendukung tumbuh kembang balita dan anak sekolah, menjaga kesehatan ibu hamil dan menyusui, serta mencegah stunting, sebagai landasan mewujudkan generasi emas di 2045,” kata Hindayana.

Program makanan gratis diluncurkan pada 6 Januari 2025 sebagai salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto, yang bertujuan memperbaiki status gizi balita, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak sekolah hingga jenjang SMA.

Dengan target menjangkau 82,9 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia, program ini merupakan salah satu program terbesar yang dijalankan di tanah air.

Setelah satu tahun berjalan, jumlah penerima manfaat telah capai 55,1 juta.

Berita terkait: Indonesia keeps free meals program running in disaster-hit regions

Berita terkait: BGN says students not forced to collect free meals during holidays

MEMBACA  Tom Lembong Setelah Bebas dari Rutan Cipinang: Langsung Pulang ke Rumah

Berita terkait: Indonesia to fast-track 8,200 free meal kitchens by 2026

*Penerjemah: Lintang Budiyanti, Raka Adji
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026*