Benarkah Berolahraga saat Puasa Dapat Menurunkan Berat Badan? Simak Penjelasan Dokter

Sabtu, 21 Februari 2026 – 12:41 WIB

Jakarta, VIVA – Banyak orang manfaatkan momen Ramadhan untuk menurunkan berat badan. Satu strategi yang sering dilakukan adalah olahraga sebelum buka puasa dengan harapan lemak lebih cepat terbakar. Tapi, apakah benar olahraga saat puasa efektif untuk turunkan berat badan?

Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga dari RS Pondok Indah, dr. Risky Dwi Rahayu, menjelaskan bahwa strategi itu memang punya dasar ilmiah, tapi harus dilakukan dengan cara yang tepat.

Menurut dr. Risky, menjelang waktu buka puasa, cadangan gula dalam tubuh umumnya sudah sedikit sehingga tubuh mulai pakai lemak sebagai sumber energi.

“Jadi sebelum buka puasa, karena gulanya sudah habis, mungkin lemaknya yang akan terbakar sebagai sumber energi. Jadi itu benar, bisa jadi benar, karena tubuh kita sudah tidak punya cadangan gula lagi. Jadi lemak adalah sumber makanan yang pertama,” ujarnya dalam tanya jawab bersama media online pada Rabu, 19 Oktober 2026.

Meski begitu, ia tekankan bahwa intensitas olahraga adalah faktor kunci. Kalau dilakukan terlalu berat, bukan cuma lemak yang terbakar, tapi juga massa otot.

“Kalau misalnya sudah ngos-ngosan, yang dibakar bukan lemak lagi, pasti ada ototnya yang terbakar. Jadi itu malah ada risikonya,” ujarnya lagi.

Karena itu, olahraga dengan intensitas sedang lebih disarankan. Tanda paling sederhana adalah kamu masih bisa bicara dalam satu kalimat panjang, tapi tidak bisa nyanyi saat olahraga. Durasi yang ideal sekitar 30–60 menit agar pembakaran lemak tetap optimal tanpa meningkatkan risiko cedera atau kehilangan massa otot.

Selain olahraga, pola makan saat sahur dan berbuka juga menentukan keberhasilan menurunkan berat badan. dr. Risky menjelaskan bahwa komposisi gizi harus tetap seimbang.

MEMBACA  Calon Gubernur Banten Andra Soni Mengaku Deg-degan, Memilih di TPS 29 Bersama Keluarga

“Misalnya, karbohidrat sebagai sumber energi, itu harus ada. Lalu, protein juga harus tetap ada. Dan juga lemak yang sehat terutama itu juga harus ada,” jelasnya.

Ia juga menyarankan untuk pilih karbohidrat kompleks agar kenyang lebih lama serta pastikan asupan protein berkualitas sekitar 20–30 gram per kali makan untuk jaga massa otot.

Tak kalah penting adalah kecukupan cairan. Dehidrasi bisa menyebabkan tubuh lemas, sulit konsentrasi, hingga meningkatkan risiko cedera saat olahraga.

Halaman Selanjutnya

Tinggalkan komentar