Baznas Alokasikan 10 Persen Daging Kurban untuk Wilayah Terdampak Bencana

Jakarta (ANTARA) – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Indonesia mengumumkan rencana untuk menyalurkan 10 persen daging kurban dari program Qurban 2026 ke daerah-daerah yang terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Tiga provinsi ini telah dialokasikan 10 persen dari perkiraan jumlah daging kurban nasional,” kata Wakil II Baznas Imdadun Rahmat dalam konferensi pers di Jakarta pada Jumat.

Dia menjelaskan bahwa lembaga tersebut mempertimbangkan berbagai faktor dalam menentukan alokasi penyaluran nasional, termasuk tingkat kemiskinan, ketersediaan hewan kurban, dan kondisi geografis. Hal ini menunjukkan perhatian khusus kepada daerah tertinggal, terdepan, dan terluar.

Dalam hal ini, Rahmat menyebutkan alokasi khusus untuk daerah yang sedang pulih dari bencana sebagai bagian dari upaya mencapai distribusi yang adil dan merata, sekaligus menangani kebutuhan mendesak di komunitas tertentu.

“Visi kami dengan skema ini adalah untuk menjunjung keadilan dan mengurangi ketimpangan dalam penyaluran,” tegasnya.

Dia lebih lanjut menekankan bahwa alokasi daging tidak ditentukan semata-mata oleh jumlah hewan kurban yang terkumpul di setiap daerah. Akibatnya, Jakarta tidak mendapatkan bagian terbesar meski diproyeksikan mengumpulkan jumlah hewan kurban tertinggi.

Sebaliknya, lanjutnya, Baznas memutuskan untuk mengalokasikan sebagian besar daging kurban tahun ini untuk Jawa Timur, mengingat proporsi penduduk kurang mampu yang signifikan dalam populasi besar provinsi tersebut.

“Kami akan menyalurkan daging kurban ke seluruh Indonesia dengan pendekatan afirmatif yang disesuaikan dengan karakteristik daerah,” ujar Rahmat.

Pejabat itu menambahkan bahwa Baznas telah menyiapkan 42 hub ternak di seluruh negeri untuk mendukung program penyembelihan hewan 2026. Fasilitas ini didukung oleh penerima zakat yang diberdayakan oleh lembaga tersebut melalui inisiatif peternakannya.

“Selain itu, setiap hub bermitra dengan peternak skala kecil lokal,” tambahnya, menekankan manfaat yang setara bagi usaha ternak kecil dan besar.

MEMBACA  Keluarga Biden mendesaknya untuk tetap berada dalam perlombaan

Rahmat juga mengatakan bahwa lembaga filantropi tersebut akan menggelar pertemuan teknis besar-besaran untuk mengkoordinasi personel di seluruh Indonesia menjelang pelaksanaan kurban. Hal ini untuk memastikan transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan terhadap aturan Islam dalam penyaluran daging.

Berita terkait: Bapanas mengantisipasi fluktuasi harga pangan jelang Idul Adha

Berita terkait: MUI ajak kurangi penggunaan plastik dalam penyaluran daging kurban

Berita terkait: Daging kurban dari jamaah haji Indonesia untuk atasi stunting anak

Penerjemah: Sean Filo, Tegar Nurfitra
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar