Maros, Sulawesi Selatan (ANTARA) – Tim pencarian dan penyelamatan (SAR) yang menangani kecelakaan pesawat Indonesia Air Transport ATR 42-500 memastikan telah menemukan barang-barang yang diduga milik korban di dekat lokasi kejadian di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan.
Kepala Kantor SAR Makassar dan koordinator misi, Muhammad Arif Anwar, mengatakan pada Selasa bahwa barang yang ditemukan mencakup dokumen, dompet, buku catatan, dan perangkat elektronik seperti jam tangan pintar.
Para penyelamat juga menemukan jaket pelampung dan sinyal api di dekat area kokpit pesawat, ujarnya.
Anwar menyebutkan semua barang pribadi dan bagian pesawat yang berhasil diambil di lokasi telah didokumentasikan dan koordinatnya dicatat. Data ini sangat penting untuk mempersempit area pencarian dan menentukan langkah operasional selanjutnya.
“Medannya sangat curam dan berisiko tinggi bagi tim penyelamat. Operasi ini membutuhkan teknik khusus untuk membuka akses jalur, serta waktu, ketepatan, dan koordinasi yang kuat diantara semua pemangku kepentingan,” jelasnya.
Secara terpisah, Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Mohammad Syafii mengatakan temuan ini menunjukkan tim berada di jalur yang benar untuk menemukan titik-titik penting reruntuhan dan korban.
“Ini mencerminkan kerja keras, kedisiplinan, dan kolaborasi di antara para pemangku kepentingan,” kata Syafii, menyoroti kemajuan tim meski medan sulit dan cuaca buruk di lokasi kejadian.
Syafii menegaskan tim pencarian dan penyelamatan akan terus bekerja hingga operasi selesai.
Pesawat ATR 42-500 dilaporkan hilang di atas Gunung Bulusaraung saat mencoba mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, pada tanggal 17 Januari.
Pesawat tersebut mengangkut 10 orang, terdiri dari tujuh awak kabin dan tiga penumpang dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Tim SAR telah memulihkan beberapa potongan reruntuhan pesawat dan jenazah dua korban, yang identitasnya belum diumumkan.
Berita terkait: Tim SAR pertimbangkan modifikasi cuaca dalam pencarian kecelakaan ATR 42-500
Berita terkait: Indonesia selidiki kecelakaan ATR 42 di Gunung Bulusaraung
Penerjemah: Suriani Mappong, Nabil Ihsan
Editor: Anton Santoso
Hak Cipta © ANTARA 2026