Sabtu, 3 Januari 2026 – 23:40 WIB
Jakarta, VIVA – Bank Mandiri terus mempertegas komitmennya sebagai lembaga keuangan milik negara yang mengemban fungsi sebagai agen pencipta nilai sosial. Sejalan dengan peran itu, Bank Mandiri berkolaborasi dengan Kementerian Pertahanan RI (Kemenhan) dalam membangun lima jembatan tipe bailey. Tujuannya untuk memulihkan konektivitas di wilayah yang terisolasi akibat bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera.
Baca Juga:
DPR Dorong Pemerintah Bentuk Badan Khusus Penanganan Dampak Bencana Sumatera
Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menyatakan inisiatif ini meruapakan bagian dari dukungan nyata bank sebagai mitra strategis pemerintah. Dukungan ini untuk mempercepat penanganan dampak bencana dan memastikan aktivitas sosial-ekonomi masyarakat bisa kembali berjalan berkelanjutan. Kehadiran Jembatan Bailey diharap bisa menjadi solusi sementara yang efektif sebelum infrastruktur permanen dibangun.
Ia menegaskan, sinergi antara Bank Mandiri dan Kemenhan mencerminkan kolaborasi lintas sektor dalam merespons kebutuhan masyarakat di daerah terdampak. Pemilihan Jembatan Bailey berdasarkan karakteristiknya yang adaptif, mudah dipasang, dan bisa dipindahkan sesuai kebutuhan lapangan.
Baca Juga:
Tembus Rp 400 Triliun, OJK Bakal Restrukturisasi Kredit 105 Ribu Debitur di Aceh-Sumatera
“Sinergi ini adalah wujud nyata kehadiran negara untuk mempercepat penanganan bencana. Jembatan Bailey dipilih karena pemasangannya relatif cepat dan sangat cocok untuk kondisi wilayah terdampak, sehingga bisa segera dimanfaatkan masyarakat,” ujar Riduan dalam keterangan resmi, Sabtu (3/1/2026).
Lebih lanjut, Riduan menambahkan, melalui kolaborasi ini Bank Mandiri berharap jembatan tersebut dapat menjadi penghubung vital untuk mobilitas warga, distribusi bantuan, dan akses layanan publik. Dengan demikian, pemulihan sosial dan ekonomi di daerah terdampak bisa berjalan lebih optimal.
Baca Juga:
Akselerasi Pembangunan Huntara di Aceh, Hutama Karya Optimis Dapat Bantu Pemulihan Warga Terdampak Bencana
Sejak akhir November hingga pertengahan Desember 2025, Bank Mandiri telah menyalurkan dan menyiapkan lebih dari 288.889 paket bantuan ke wilayah terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bantuan berupa sembako, obat-obatan, keperluan wanita dan balita, selimut, genset, air bersih, kasur lipat, serta pakaian layak pakai sebagai bagian dari respons kemanusiaan berkelanjutan perusahaan.
Konsistensi ini menegaskan peran Bank Mandiri sebagai mitra strategis pemerintah yang terus hadir, bergerak cepat, dan memberi dampak nyata bagi pemulihan masyarakat. Pada awal tahun, Bank Mandiri juga aktif mendukung pembangunan 600 unit Hunian Sementara (Huntara) di Kabupaten Aceh Tamiang.
Halaman Selanjutnya
Sejalan dengan itu, Bank Mandiri kembali mengirimkan Relawan Mandiri Tanggap Bencana yang menjadi ujung tombak pendampingan langsung masyarakat terdampak di lapangan, untuk menggantikan relawan tahap awal di Kabupaten Gayo Lues. Sebanyak 20 relawan batch kedua ini berasal dari lintas unit bisnis dan kantor wilayah, termasuk Mandiri Emergency Response Unit (Team MERU) Mandiri Club.