Banjir Luapan Sungai Ciliwung di Jatinegara dan Kramat Jati Akhirnya Mereda

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Banjir yang disebabkan oleh luapan Kali Ciliwung dan sempat menggenangi beberapa permukiman di Kecamatan Jatinegara dan Kramat Jati, Jakarta Timur, sekarang sudah mulai surut.

Menurut pantauan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), hingga hari Senin (26/1/2026) sudah tidak ada lagi permukiman warga yang terdampak oleh banjir luapan Kali Ciliwung.

Di Kelurahan Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, banjir yang sebelumnya mencapai ketinggian 1,9 meter dan memaksa ratusan warga mengungsi, sekarang telah surut sepenuhnya.

“Untuk RW 07 dan RW 11 di Kelurahan Bidara Cina, air banjir terpantau mulai surut sejak Minggu (25/1) sekitar jam 20.00 WIB,” jelas Kasatgas BPBD Korwil Jakarta Timur, Ali Khojin, pada Senin (26/1/2026).

Baca juga: Banjir 180 Cm, Ratusan Warga Bidara Cina Mengungsi ke Tiga Lokasi

Sementara itu, di daerah Kebon Pala, tepatnya RW 04 dan RW 05 Kampung Melayu, Jatinegara, banjir setinggi sekitar 1,3 meter dilaporkan surut pada Senin dini hari kira-kira jam 02.00 WIB.

Keadaan yang sama juga terjadi di RW 06 Kelurahan Cililitan, Kecamatan Kramat Jati. Banjir dengan ketinggian sampai 1,8 meter yang sempat menggenangi rumah-rumah warga sudah surut sejak Minggu (25/1) pukul 03.00 WIB.

“Kalau untuk RW 03 Kelurahan Cawang yang sebelumnya terdampak banjir 180 sentimeter, sekarang juga sudah surut. Airnya mulai berkurang sejak Minggu jam 17.00 WIB,” kata Ali.

Di RW 05 Kelurahan Cawang, Kecamatan Kramat Jati, banjir dengan ketinggian sekitar 1,8 meter juga sudah surut sejak Minggu sore.

Sedangkan di RW 05 Kelurahan Balekambang, Kecamatan Kramat Jati, banjir setinggi kurang lebih 65 sentimeter yang menggenangi pemukiman warga telah surut sejak Minggu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

MEMBACA  "Pixel 9 Pro: Ponsel Android Paling Mudah Digunakan dan Diskon 25% di Prime Day!"

Mengungsi

Ratusan warga dari RW 11 dan RW 7 Kelurahan Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, terpaksa mengungsi ke tiga lokasi yang berbeda pada Sabtu (24/1/2026).

Rumah mereka terendam banjir sejak Jumat (23/1/2026) malam. Bencana ini berdampak pada 510 Kepala Keluarga dengan total 1.356 jiwa.

Lurah Bidara Cina, Suhartono, menyampaikan bahwa kedua RW tersebut mengalami banjir dengan ketinggian 180 sentimeter.

“Airnya terus naik sejak semalam. Proses pengungsian kami fokuskan di tiga lokasi,” ujarnya pada hari Sabtu.

Menurut dia, ketiga titik pengungsian tersebut berada di Gelanggang Remaja Olahraga (GOR) Otista, Gedung SKKT Kelurahan Bidara Cina, dan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Permata Intan.

Selain itu, Suhartono menambahkan bahwa beberapa warga lainnya memilih untuk mengungsi ke Masjid Jami Al Abror.

Baca juga: Semula Tegar dan Menahan Tangis, Reza Arap Berteriak Histeris setelah Jenazah Lula Lahfah Dimakamkan

“Ada sekitar 50 KK dengan 162 jiwa yang mengungsi ketempat yang sudah disediakan dan lebih aman,” tandasnya.

Sebelumnya, anggota TNI dan Polri bersama dengan Pemerintah Kota Jakarta Timur telah melakukan tinjauan langsung ke lokasi banjir di Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, pada Sabtu (24/1/2026).

Permukiman di daerah tersebut harus menghadapi banjir dengan ketinggian sekitar 180 sentimeter, sehingga banyak warga yang mengungsi ke tempat-tempat aman di sekitar lokasi.

Lurah Bidara Cina, Suhartono, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan wujud kepedulian dari pemerintah, TNI, dan Polri terhadap warga yang terdampak banjir.

“Pagi tadi, Kapolsek Jatinegara Samsono bersama Komandan Rayon Militer (Danramil) turun ke lapangan untuk mengecek kondisi warga,” ucapnya pada hari Sabtu. (m26)

Sumber: TribunJakarta/Wartakotalive.com

Sebagian dari artikel ini sudah pernah tayang di TribunJakarta.com

MEMBACA  Takut dengan AI? Saya menghadapinya untukmu dan responsnya begitu menarik

Tinggalkan komentar