Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Indonesia fokus pada upaya penanganan banjir dan memenuhi kebutuhan dasar warga karena lebih dari 1.600 orang masih mengungsi akibat banjir di beberapa wilayah Jakarta.
Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), mengatakan pada Minggu bahwa banjir yang dipicu curah hujan tinggi sejak 22 Januari telah mempengaruhi 20 kelurahan di enam kecamatan.
Setidaknya 585 keluarga, atau 1.623 orang, terpaksa mengungsi ke tempat penampungan sementara, tambahnya.
Para pengungsi diakomodasi di masjid, balai warga, sekolah dasar, dan fasilitas perkantoran.
"Kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi selama mereka berada di lokasi pengungsian, termasuk makanan siap santap, air bersih, pakaian, layanan sanitasi, dan kebutuhan lainnya," kata Muhari.
Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, dia menyebut kondisi banjir pada Minggu pagi mulai membaik, dengan air yang sudah surut di beberapa lokasi.
Namun, 14 lingkungan di Jakarta Timur dan Jakarta Utara masih terendam, dengan ketinggian air antara 30 hingga 80 sentimeter.
Banjir terdalam tercatat di Kampung Melayu setelah Sungai Ciliwung meluap, menggenangi permukiman warga dengan air sedalam hingga 80 sentimeter.
Tim gabungan yang diterjunkan Pemerintah Provinsi DKI masih berada di lokasi untuk memantau operasi pompa, membersihkan saluran drainase, dan memastikan drainase optimal bersama dengan pihak berwenang lokal.
Berita terkait: Pencarian terhadap lebih dari 80 orang hilang dalam longsor di Bandung Barat masih berlangsung
Berita terkait: Banjir Jakarta: BMKG prediksi hujan sedang hingga lebat untuk sepekan ke depan
Penerjemah: Prasetyo, Kenzu
Editor: Anton Santoso
Hak Cipta © ANTARA 2026