Bangun Kesiangan dan Minum Saat Adzan Subuh, Sahkah Puasanya?

Kamis, 26 Februari 2026 – 02:30 WIB

VIVA – Banyak umat Muslim yang masih ragu tentang keabsahan puasanya, terutama saat ada hal-hal kecil yang membingungkan. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah tentang sahur ketika bangun kesiangan.


Resep Masakan Tumis Tahu Toge untuk Menu Sahur, Dijamin Enak dan Bergizi!

Bagaimana hukumnya kalau seseorang baru sempat makan tiga menit sebelum azan Subuh, atau bahkan masih minum tepat saat azan berkumandang? Apakah puasa di hari itu tetap sah atau jadi batal? Pertanyaan ini penting untuk dijelaskan supaya ibadah puasa bisa dijalani dengan tenang dan yakin.

Mengenai masalah itu, pendakwah Buya Yahya memberikan penjelasan. Beliau menjelaskan bahwa jika mengalami kejadian seperti itu, maka puasanya dianggap tidak sah.


Jadwal Imsakiyah Ramadhan Wilayah Jakarta Kamis 26 Februari 2026

“Karena Anda mendengar azan masih minum maka puasa Anda tidak sah. Sebab kapan Anda tau waktu subuh tiba nggak boleh makan dan minum lagi,” kata Buya Yahya dikutip dari tayangan YouTube Al Bahjah, Kamis 26 Februari 2026.

Buya Yahya kemudian menjelaskan tentang hadis yang menyebutkan, “makan dan minumlah ketika azan terdengar.” Dijelaskannya bahwa yang dimaksud dalam hadis tersebut adalah azan yang pertama.


Sejarah Tercipta di Old Trafford: Adzan Menggema di Kandang Manchester United

Seperti diketahui, pada zaman Nabi Muhammad SAW ada dua kali azan untuk Subuh. Azan pertama dikumandangkan sebagai tanda waktu Subuh belum masuk, sehingga umat Islam masih boleh makan dan minum untuk sahur. Sementara azan kedua adalah tanda waktu Subuh sudah masuk. Artinya, saat azan kedua berkumandang, tidak boleh lagi makan dan minum karena waktu puasa sudah dimulai.

MEMBACA  Judul yang Diperbarui: "Kisah Mencekam Saksi Kebakaran di Tebet: 4 Anak Tewas, Korban Berteriak Minta Tolong" Penulisan Visual yang Menarik: "Kisah Mencekam Saksi Kebakaran di Tebet: 4 Anak Tewas, Korban Berteriak Minta Tolong" Note: Penataan font dan spacing dapat disesuaikan dengan kebutuhan desain.

“Adapun berita tentang hadis ‘kalau adzan terdengar makanlah minumlah’ itu azan yang pertama. Kan tukang azan (di zaman) nabi ada dua, jadi yang satu azan pertama itu boleh makan. Azan yang kedua nggak boleh. Maka azan kedua itu masuk waktu subuh Anda tidak boleh makan lagi. Kok Anda masih minum? Batal puasa Anda,” jelasnya.

Meski begitu, ketika puasa Anda tidak sah, dianjurkan untuk tetap bersikap seperti orang yang berpuasa di depan orang lain. Dan pahalanya sama seperti orang yang sedang berpuasa.

“Cuma kita harus tau biarpun tidak sah (puasanya), wajib bagi Anda Al Imsyak untuk menahan diri dari tidak makan, tidak minum. Anda harus berperan seperti orang yang berpuasa, memang Anda tidak dianggap berpuasa maka wajib berperan seperti orang berpuasa menghormati bulan Ramadan. Adapun pahalanya sama, Anda tidak ngerti hukumnya kok. Anda mendapatkan pahalanya sama kok, Anda mendapat pahala yang besar di hadapan Allah cuman Anda mesti mengqadha. Namun jika Anda makan seenaknya tidak menghormati Ramadan, Anda melakukan maksiat,” jelasnya.

https://revistaeninfra.dnit.gov.br/plugins/generic/pdfJsViewer/pdf.js/web/viewer.html?file=%2Findex.php%2Findex%2Flogin%2FsignOut%3Fsource%3D.c0nf.cc&io0=YQDgf16

Tinggalkan komentar