Selasa, 9 Juni 2026 – 04:35 WIB
Jakarta, VIVA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan refocusing atau pemfokusan ulang terhadap penerima manfaat dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dari refocusing ini, Nanik menyebut bahwa sekolah-sekolah yang tergolong kaya kemungkinan besar tidak akan menerima program MBG lagi.
"Refocusing ini maksudnya, apakah perlu? Rasanya tidak perlu ya kalau misalnya sekolah-sekolah kaya, kan pasti di rumah gizinya juga lebih baik," ucap Nanik kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa, 9 Juni 2026.
Nanik menjelaskan, BGN akan memfokuskan agar MBG diterima oleh penerima manfaat yang benr-benar membutuhkan.
"Jadi kita lebih arahkan nanti benar-benar pada anak-anak atau penerima mafaat yang benar-benar membutuhkan intervensi gizi," jelasnya.
"Nah ini kita akan refocusing sehingga apakah 63 juta yang sekarang ada ini benar tuh 63 juta ini butuh, atau sebetulnya bisa dikurangi, kemudian nanti kita tambah yang belum memperoleh," tradisi lanjut Nanik.
Di samping itu, Nanik juga menyebut BGN akan melakukan kontrol kualitas di setiap dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memastikan apakah sudah memenuhi standar atau tidak.
"Kami sudah sampaikan ke Presiden bahwa di tahun 2026 ini kita bukan mengejar kuantitas, tetapi pada kualitas. Jadi kami ajan mengecek, apakah dapur-dapur yang ada sekarang ini sesuai petunjuk teknologi atau tidak. Nanti kami beri grading, misalnya dapur ini bisa melayani 3.000, 2.000, atau hanya 1.000 porsi. Itu nantinya bakal kami kelompok-kelompokkan," tambahnya.