Presiden Indonesia Prabowo Subianto mengusulkan untuk memasukkan genteng dari plastik daur ulang ke dalam anggaran perbaikan rumah publik, supaya lebih efisien sekaligus mengatasi masalah lingkungan.
Ide ini muncul setelah dia meninjau produksi genteng daur ulang di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada hari Selasa.
“Genteng di sini cukup bagus dan terjangkau. Mungkin kita bisa masukkan produk seperti ini dalam anggaran renovasi rumah,” kata Prabowo setelah kunjungan tersebut, seperti terlihat dari siaran YouTube Sekretariat Presiden dari Jakarta.
Dia mengatakan pemerintah telah mengalokasikan Rp20 juta (sekitar US$1.100) per rumah untuk revitalisasi yang menargetkan rumah tangga berpenghasilan rendah, dan genteng plastik daur ulang ini hanya butuh Rp4 juta sampai Rp5 juta dari anggaran itu.
Presiden juga menekankan pentingnya beralih dari atap seng ke genteng di seluruh rumah di Indonesia, karena durabilitas dan masalah kesehatan. Dia merujuk pada sebuah inisiatif baru yang disebut “gentengisasi,” yang berasal dari kata Indonesia untuk genteng tanah liat.
“Kita ingin menghilangkan penggunaan atap seng yang mudah berkarat, karena atap karat bisa menyebabkan masalah kesehatan bagi penghuni dan biasanya jelek dilihat,” jelas Prabowo.
Kepala negara yakin bahwa menggabungkan pengolahan sampah dan renovasi rumah melalui genteng dari limbah daur ulang akan membantu Indonesia mengatasi masalah sosial dan lingkungan secara bersama-sama.
Sebelumnya, Prabowo mengunjungi TPST di Desa Wlahar Wetan, meninjau kapasitasnya yang bisa memproses hingga 75 ton sampah setiap hari menggunakan teknologi penyortiran otomatis.
Salah satu hasil utama dari fasilitas ini adalah genteng ramah lingkungan, yang telah diuji dan digunakan di fasilitas publik di seluruh Banyumas.
Dia berharap penggunaan teknologi semcam ini bisa memberikan solusi praktis untuk masalah sampah dan lingkungan Indonesia, dengan tujuan akhir meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat di seluruh negeri.