PT BPR Dassa mencatatkan pertumbuhan yang baik di berbagai bidang, seperti aset, penyaluran kredit, dan penghimpunan dana dari masyarakat. Hal ini menjadi modal utama bagi perusahaan untuk memperluas bisnis dan memberikan layanan yang lebih luas kepada pelaku UMKM.
Kinerja positif ini membuat PT BPR Dassa mendapatkan penghargaan sebagai 30 Top BPR 2026 dengan predikat BPR Bintang 4. Penghargaan ini diberikan dalam acara DPD DKI Awards 2026 yang diadakan oleh Perbarindo DPD DKI Jakarta dan sekitarnya, pada Kamis, 25 Juni 2026, di Trans Hotel Jakarta Cibubur.
Direktur Utama PT BPR Dassa, Pahala D. Pandjaitan, mengatakan bahwa penghargaan ini adalah hasil kerja sama semua pihak di perusahaan. Mereka terus berkomitmen menjaga kinerja dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada nasabah. “Ini adalah hasil kerja keras bersama sebagai bentuk komitmen kami untuk meningkatkan kinerja perusahaan dan memberikan pelayanan terbaik,” ujarnya.
Direktur Bisnis PT BPR Dassa, Ferry, menambahkan bahwa perusahaan mencatat pertumbuhan yang signifikan dari tahun 2023 hingga 2025. Sampai akhir Desember 2025, aset perusahaan naik 44 persen dibanding sebelumnya, menjadi Rp 345,489 miliar. Penyaluran kredit juga meningkat, dengan nilai kredit yang diberikan (KYD) tumbuh 32 persen secara tahunan menjadi Rp 191,84 miliar.
Dari sisi penghimpunan dana, kepercayaan nasabah juga meningkat. Dana Pihak Ketiga (DPK) naik tinggi, mencapai 87 persen atau sebesar Rp 188,3 miliar. Menurut Ferry, capaian ini menjadi dasar bagi perusahaan untuk terus berkontribusi lebih besar dalam membiayai sektor produktif, terutama UMKM, sambil memperkuat daya saing.
“Ke depan, kami akan berusaha agar PT BPR Dassa semakin besar, jaya, dan terus tumbuh pesat. Kami ingin meraih prestasi lebih tinggi lagi dan menjadi BPR yang makin terpercaya serta bermanfaat bagi masyarakat,” kata Ferry.
Sementara itu, Direktur YMFK PT BPR Dassa, Arum Dwi Chrisno Rini, mengatakan perusahaan berkomitmen menghadirkan layanan keuangan yang sesuai kebutuhan masyarakat, terutama pelaku UMKM yang membutuhkan akses pembiayaan. Perusahaan juga terus menjalankan transformasi digital sebagai bagian dari strategi jangka panjangnya.
“Kami berharap bisa terus menjaga misi dan visi kami, yaitu menjadikan BPR yang mampu tumbuh, berkembang, sehat/prudent, dan siap go digital,” ujar Arum. Menurutnya, penguatan layanan digital harus berjalan bersama dengan prinsip kehati-hatian agar perusahaan tetap tumbuh sehat dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan dunia usaha.