loading…
Sejak 1935, pada masa kekuasaan Raja Reza Khan, pendiri Dinasti Pahlevi dan ayah Syah Muhammad Reza Pahlevi yang ditumbangkan oleh Ayatullah Khomeini pada tahun 1979, sebutan Persia diganti dengan Iran. Foto ilustrasi/youtube
Asal-usul nama Iran ini menarik untuk diketahui. Negara Iran sekarang menjadi negara yang sangat populer, karena konfliknya dengan Amerika Serikat dan Israel yang belum berakhir. Simak ulasan dan penjelasannya berikut ini.
Dulu, Iran dikenal dengan nama Kerajaan Persia. Perubahan nama dari Persia ke Iran terjadi pada tahun 1935, saat Raja Reza Khan berkuasa. Dia adalah pendiri Dinasti Pahlevi dan ayah dari Syah Muhammad Reza Pahlevi, yang nantinya digulingkan oleh Ayatullah Khomeini di tahun 1979. Nama ‘Iran’ sebenarnya sudah pernah dipakai oleh leluhur bangsa Iran di dataran tinggi Iran sejak sekitar tahun 1700 SM.
Menurut buku “Ensiklopedi Islam”, pada masa kekuasaan Raja Darius, kata Iran juga pernah digunakan untuk menyebut wilayah kekuasaannya.
Penduduk asli Iran berasal dari stepa Kaukasus dan mulai bermigrasi ke Iran sekitar tahun 1500 SM. Sepanjang sejarahnya, Iran mengalami beberapa kali invasi oleh kelompok etnis lain. Pendudukan besar-besaran dilakukan oleh bangsa Arya, seperti Medes dan Parsa. Etnis minoritas terbesar saat ini adalah kelompok yang berbahasa Turki, meskipun sudah banyak mengalami percampuran.
Baca juga: Kenali 7 Ciri Wanita yang Tertipu Fitnah Dajjal di Akhir Zaman
Mereka kebanyakan tinggal di bagian Barat Laut Iran, khususnya di dua provinsi Azerbaijan dan juga provinsi Fars di sekitar Teluk Persia. Kelompok suku besar lainnya adalah suku Kurdi (terutama di Barat Azerbaijan, Kurdistan, dan Kermanshah), suku Lur di Luristan, dan suku Bakhtiari yang mendiami daerah pegunungan Zagros yang luas.
Menurut Ajid Thohir dalam bukunya, kelompok minoritas terkecil lainnya termasuk orang Yahudi (20-40 ribu), Armenia (50 ribu), dan Assyria (25 ribu).
Pada tahun 637 M, melalui Perang Qadisiyyah, Kekaisaran Persia jatuh ke tangan pasukan Muslim yang dipimpin oleh Khalifah Umar bin Khattab. Kemudian, pada tahun 641 M, lewat Perang Nahavand, seluruh kekaisaran di bawah Raja Yazdajird berhasil ditaklukkan oleh kaum Muslimin.
Beralih ke Islam
Setelah Perang Nahavand, bangsa Persia (Iran) yang sebelumnya menganut agama Zoroaster pun mulai beralih memeluk agama Islam. Akhirnya, kebudayaan Islam berkembang dengan pesat di wilayah Persia.
Sekitar tahun 820 M, seluruh wilayah Persia praktis berada di bawah kekuasaan penuh Kekhalifahan di Baghdad. Namun, sejak masa itu juga mulai bermunculan dinasti-dinasti kecil dan besar di berbagai daerah Persia yang silih berganti menguasai wilayah tersebut.
Dinasti-dinasti tersebut antara lain adalah Dinasti Samanid, Gaznawi, dan Saljuk. Awal mulanya adalah ketika Khalifah al-Makmun memberikan wewenang kepada panglimanya, Tahir bin Husain, untuk mendirikan Dinasti Tahiriy di Khurasan (Iran) sebagai bentuk terima kasih atas jasanya.