Jumat, 27 Februari 2026 – 01:00 WIB
VIVA – Amerika Serikat membuka opsi untuk memperkuat daya gempur nuklir mereka di tengah dinamika keamanan global. Militer AS menyatakan siap untuk memasang lebih dari satu hulu ledak pada rudal balistik antar benua (ICBM) Sentinel yang sedang dikembangkan, jika mendapatkan perintah langsung dari Presiden Donald Trump.
Iran Sodorkan Proposal Baru saat Perundingan Nuklir Terbaru di Jenewa, Apa Isinya?
Kepala Komando Strategis AS (STRATCOM), Laksamana Rich Correll, pada Rabu (25/2) mengatakan kesiapan itu merupakan bagian dari opsi pengembangan kekuatan. Hal ini sejalan dengan rencana penggantian rudal lama Minuteman III yang saat ini cuma dipasangi satu hulu ledak.
“Kami punya kemampuan untuk melakukannya. Itu jelas sebuah keputusan tingkat nasional yang akan diajukan kepada Presiden,” kata Correll seperti dikutip portal The War Zone.
Zulhas Klaim RI Surplus Beras 4,2 Juta Ton, Pastikan Tak Ada Impor dari AS
Rudal Sentinel direncanakan mulai menggantikan LGM-30 Minuteman III di dekade 2030-an. Uji peluncuran perdana desain barunya dijadwalkan pada tahun 2027.
Minuteman III yang masih aktif sekarang pada awalnya bisa membawa sampai tiga hulu ledak. Tapi, untuk memenuhi ketentuan perjanjian pengendalian senjata nuklir New Strategic Arms Reduction Treaty (New START), jumlahnya kemudian dikurangi jadi satu hulu ledak.
Wamen Investasi Tegaskan AS Tetap Harus Investasi di Proyek Hilirisasi Mineral RI
Seorang pejabat program Sentinel tidak mau mengungkapkan berapa jumlah maksimal hulu ledak yang bisa dibawa setiap rudal Sentinel. Sebelumnya, rencana yang diumumkan ke publik menyebut setiap rudal akan dipasangi satu hulu ledak jenis W87-1.
Langkah ini menjadi bagian dari program modernisasi total persenjataan nuklir berbasis darat AS yang ditarget selesai pada 2038. Rudal Sentinel sendiri diperkirakan mulai beroperasi sekitar tahun 2030.
Meski begitu, proyek ini tidak lepas dari sorotan. Penundaan jadwal dan pembengkakan anggaran yang berulang kali memicu pertanyaan tentang kelayakan dan efektivitas program. Pada awal Juli 2024, Pentagon memastikan pengembangan ICBM Sentinel tetap dilanjutkan walaupun biaya program melonjak 81 persen dari perkiraan awal, menjadi 140,9 miliar dolar AS atau sekitar Rp2.362 triliun.
Detik-detik Sinkhole Muncul Tiba-tiba di Jalanan AS, Dua Mobil Terperosok
Rekaman dramatis dari kamera lalu lintas di kota Omaha, AS, menunjukkan momen ketika dua kendaraan tiba-tiba tertelan seluruhnya oleh lubang yang runtuh (sinkhole)
VIVA.co.id
27 Februari 2026