Arus Balik di Stasiun Semarang Meningkat, Lebih dari 30 Ribu Penumpang Setiap Hari

Arus balik Lebaran di stasiun kereta api wilayah Daop 4 Semarang, Jawa Tengah, sudah menunjukkan peningkatan pada Jumat 4 April 2025. Baik kedatangan maupun keberangkatan penumpang, jumlahnya melebihi 30 ribu orang per hari.

Angka tersebut melonjak dari rata-rata penumpang selama masa angkutan lebaran yang mencapai 25 ribuan orang per hari. Stasiun yang paling ramai di wilayah Daop 4 Semarang adalah Stasiun Tawang.

Meski begitu, masih banyak juga penumpang yang datang ke stasiun di Kota Semarang ini, baik dari kota lain maupun yang baru datang untuk menikmati mudik susulan dan liburan di Kota Semarang.

Data di KAI Daop 4 Semarang, sejak H+1 hingga H+3 Kamis 3 April 2025, jumlah penumpang baik keberangkatan maupun kedatangan melebihi 30 ribu penumpang per hari, di seluruh stasiun-stasiun yang berada di wilayah Daop 4 Semarang.

Daerah tujuan keberangkatan favorit antara lain ke Jakarta, Surabaya, Bandung, serta daerah aglomerasi seperti Pekalongan, Tegal, Purwokerto, dan Solo.

“Ada peningkatan, kalau rata-rata selama masa angkutan Lebaran sejak 21 Maret itu sekitar 25 ribu orang, sejak H plus satu itu lebih dari 30 ribu orang,” jelas Franoto di Stasiun Tawang Semarang, Jumat 4 April 2025.

Belinda, salah satu penumpang yang akan balik ke Surabaya mengungkapkan, ia balik dari mudik lebih cepat meski liburan masih panjang. Karena harus mempersiapkan kuliah yang akan dimulai pada Selasa yang akan datang.

“Kan pada Lebaran kemarin saya mudik ya ke rumah kakek nenek, nah sekarang ini balik ke Surabaya, selain untuk liburan juga di sana, juga untuk persiapan karena mau masuk kuliah,” jelas Belinda, penumpang kereta api.

KAI Daop 4 Semarang memprediksi puncak arus balik akan terjadi pada hari Sabtu dan Minggu, seiring masa kerja yang dimulai pada hari Selasa.

MEMBACA  Perusahaan chip Intel dari AS dahulu mendominasi, kini berjuang untuk tetap relevan(Translate to Indonesian: Produsen chip AS Intel dahulu mendominasi, kini berjuang untuk tetap relevan)

Laporan: Teguh Joko Sutrisno

Tinggalkan komentar