Arbani Yasiz Terhenyak, Peran di Sinetron “Keluarga yang Tak Dirindukan” Jadi Cermin Rumah Tangganya Sendiri

Minggu, 18 Januari 2026 – 21:36 WIB

Jakarta, VIVA – Sinetron baru berjudul Keluarga Yang Tak Dirindukan akhirnya tayang di MDTV dan langsung menarik perhatian banyak orang. Serial yang mengangkat kenyataan sosial dekat dengan hidup kita ini menampilkan Arbani Yasiz sebagai pemeran utama, sekaligus membawa pesan kuat soal dinamika dalam rumah tangga.

Baca Juga:
Arbani Yasiz dan Mawar de Jongh Bikin Baper, Poster Film ‘Sampai Titik Terakhirmu’ Penuh Pesan Haru

Buat Arbani Yasiz, ikut serta dalam sinetron ini bukan cuma proyek akting biasa. Di tengah kebahagiaannya sebagai penganten baru bersama Raissa Ramadhani, ia malah mengaku dapat banyak pelajaran berharga tentang pernikahan dari cerita yang diperankannya. Scroll terus buat tau lebih lanjut, yuk!

Arbani dengan terbuka bilang kalau Keluarga Yang Tak Dirindukan bikin dia merasa "tertampar". Alur cerita yang penuh konflik keluarga itu mendorongnya buat lebih merenungkan kehidupan pribadinya sendiri.

Baca Juga:
Mawar de Jongh dan Arbani Yasiz Bintangi ‘Sampai Titik Terakhirmu’, Teasernya Bikin Merinding

"Series yang aku mainin ini jadi ajang buat aku bercermin dan belajar sih. Supaya nanti aku gak punya keluarga yang kayak gini ya," kata Arbani Yasiz saat ditemui di gedung MD Place, Setiabudi, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Baca Juga:
Mawar Eva de Jongh dan Arbani Yasiz Kisahkan Cinta Sejati Shella-Albi di Film ‘Sampai Titik Terakhirmu’

Dia akui, cerita di sinetron itu sempat bikin dia was-was dan khawatir. Tapi di sisi lain, pengalaman itu justru jadi bekal penting buat membangun rumah tangga yang sehat dan penuh kesadaran.

Pesan yang diangkat dalam Keluarga Yang Tak Dirindukan juga memengaruhi cara pandang Arbani terhadap pernikahannya sama Raissa. Dia tekadkan keinginannya untuk bikin keluarga yang harmonis dan saling tanggung jawab.

MEMBACA  Enzo Maresca Tinggalkan Chelsea Setelah Hanya 18 Bulan Jadi Pelatih

“Dari sinetron ini aku jadi pengen banget rumah tanggaku harmonis. Aku ingin keluarga yang baik-baik aja. Tapi bagaimanapun kan itu tanggung jawab suami istri, gimana cara membangunnya," ucap pria 31 tahun ini.

Menurut Arbani, keharmonisan gak datang dengan sendirinya. Dia anggap komunikasi dan komitmen adalah kunci utama biar rumah tangga gak berubah jadi “keluarga yang tidak dirindukan” di dunia nyata.

Kesibukan syuting beruntun gak bikin Arbani lupa sama kehidupan pribadinya. Dia malah berusaha jaga komunikasi yang intens sama istrinya, meski harus bagi waktu sama pekerjaan.

"Komunikasi itu pasti. Kadang aku juga mikir, yang penting itu waktunya sama dia. Misal dia lagi sibuk, ya aku yang datengin dia. Atau kalo aku pulang cepat, pasti aku cari dia biar langsung ketemu," ujar Arbani Yasiz.

Halaman Selanjutnya
Baginya, kehadiran dan perhatian sederhana adalah fondasi penting untuk menjaga kehangatan dalam berumah tangga.

Tinggalkan komentar