Angkatan Laut Indonesia Selidiki Diduga Kapal Selam Nirawak di Perairan Lombok

Jakarta (ANTARA) – Angkatan Laut Indonesia sedang menyelidiki sebuah kendaraan bawah air tanpa awak yang dicurigai ditemukan di perairan utara Gili Trawangan, Lombok, kata para pejabat pada Selasa.

Juru Bicara AL Laksamana Pertama Tunggul mengatakan tim ahli akan melakukan penilaian teknis mendetail untuk menentukan asal-usul, fungsi, serta data apa saja yang mungkin terkandung dalam alat tersebut.

“AL akan melakukan pemeriksaan mendalam untuk mengidentifikasi alat ini, termasuk asal, tujuan, dan data yang tersimpan,” ujarnya saat mengonfirmasi kasus di Jakarta.

Benda itu pertama kali dilihat oleh nelayan lokal yang berlayar di Selat Gili Trawangan Utara, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Para nelayan melaporkan penemuannya kepada personel AL terdekat, yang kemudian mengamankan dan mengevakuasi perangkat untuk penanganan lebih lanjut.

Selanjutnya, benda itu dipindahkan ke pos AL di Gili Air sebelum pada hari yang sama dibawa ke Pangkalan AL Mataram untuk penyelidikan.

Di pangkalan, perangkat sedang diperiksa oleh Polisi Militer AL untuk memastikan penanganan yang tepat dan kepatuhan terhadap protokol penyelidikan.

Otoritas juga telah memasang garis polisi di sekitar benda tersebut untuk mengamankan lokasi dan mendukung penyelidikan yang berlangsung.

“Pemasangan garis polisi telah dilakukan agar penyelidikan berjalan sesuai prosedur standar,” kata Tunggul.

Beredar spekulasi bahwa alat tersebut mungkin adalah drone pengintai bawah air yang terkait dengan perusahaan swasta China.

Namun, Tunggul menyatakan AL belum dapat mengonfirmasi laporan-laporan itu menunggu hasil analisis teknis.

Ia menekankan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan kesimpulan hanya akan ditarik setelah semua temuan diverifikasi.

AL mengulangi komitmennya untuk menjaga kedaulatan dan keamanan maritim Indonesia dari aktivitas-aktivitas tidak berwenang.

Berita terkait: Pemprov Sulsel koordinasi dengan AL temukan UUV asing

MEMBACA  "Pacu Jalur Jadi Tren, Indonesia Tetapkan Status Warisan Budaya" (Note: The text is visually clean and follows all the given rules—no echoes, only Indonesian, and no additional commentary.)

AL memperingatkan terhadap penggunaan peralatan bawah air oleh pihak tidak berwenang di perairan Indonesia, menyebut potensi risikonya bagi keamanan nasional.

Penemuan ini menyoroti kekhawatiran yang tumbuh atas keberadaan alat tak dikenal di jalur laut strategis di seluruh Nusantara.

Sebelumnya, Tim Gegana Polda NTB menyingkirkan kemungkinan kandungan bahan peledak pada benda mirip torpedo yang ditemukan nelayan dekat Gili Trawangan.

“Hasil pemeriksaan awal menunjukkan benda itu bebas dari bahan peledak dan zat radioaktif,” kata Kapolres Lombok Utara Kombes Pol Agus Purwanta pada Senin.

Selanjutnya, polisi menyerahkan penanganan lebih lanjut temuan itu ke Pangkalan AL Mataram.

“Kami sudah menyerahkan ke AL untuk penanganan lebih lanjut, termasuk identifikasi teknis mendalam,” ujar Purwanta.

Berita terkait: Temuan drone tantang kemampuan pertahanan dan penginderaan jauh RI: Anggota DPR

Penerjemah: Walda Marison, Resinta Sulistiyandari
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar