Anggota DPR Dukung Peran TNI dalam Pasukan Penstabil Gaza

Jakarta (ANTARA) – Rencana keterlibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) untuk Gaza bisa memberikan peluang berharga bagi pasukan Indonesia untuk memperkuat kemampuan non-tempur mereka, kata seorang anggota legislatif.

Anggota Komisi I DPR, Nurul Arifin mengatakan misi ini akan memungkinkan militer meningkatkan kapasitasnya dalam koordinasi multinasional dan penanganan krisis kemanusiaan, mencerminkan pergeseran global dalam konsep keamanan yang melampaui operasi tempur tradisional.

“Banyak situasi membutuhkan kehadiran pasukan yang bertugas menjaga stabilitas tanpa harus terlibat dalam operasi tempur,” ujarnya di Jakarta, Selasa.

Sambil menyatakan dukungan atas upaya pemerintah menjaga relevansi Indonesia dalam menyelesaikan konflik global, Arifin menekankan bahwa inisiatif diplomatik harus tetap selaras dengan mandat konstitusional untuk memajukan perdamaian dunia dan keadilan sosial.

Dia mencatat bahwa stabilitas adalah prasyarat bagi upaya pemulihan di Gaza, menambahkan bahwa jaminan keamanan sangat penting untuk memastikan distribusi bantuan kemanusiaan berjalan lancar dan rekonstruksi infrastruktur berjalan efektif.

Mengenai rencana pasukan stabilisasi, Arifin mendorong pemerintah memberikan informasi yang jelas ke publik, terutama terkait tugas spesifik yang diberikan kepada pasukan Indonesia, sambil memastikan proteksi maksimal bagi personel yang diterjunkan dalam misi tersebut.

“Selama mandatnya fokus pada perlindungan sipil dan operasi kemanusiaan serta tidak masuk ke aktivitas tempur, saya lihat misi Gaza sebagai langkah konstruktif,” katanya.

Arifin juga menyatakan keyakinan bahwa partisipasi Indonesia akan memperkuat citranya sebagai negara yang berkomitmen berkontribusi bagi perdamaian global, mengutip keterlibatannya yang lama dalam berbagai misi perdamaian internasional.

“Memberikan kontribusi langsung untuk menjaga stabilitas dan membantu warga sipil adalah bagian dari tanggung jawab moral dan politik kita,” tambahnya.

Pernyataannya ini menyusul pernyataan Presiden Prabowo Subianto bahwa Indonesia siap mengerahkan 8.000 personel ke Gaza di bawah kerangka Pasukan Stabilisasi Internasional, dengan Indonesia diberi wewenang untuk menunjuk seorang wakil komandan untuk misi tersebut.

MEMBACA  Anak-anak di antara 16 orang meninggal dalam serangan Rusia di kota rumah Zelensky

Berita terkait: Peran ISF Indonesia jamin keamanan Gaza: analis

Berita terkait: Indonesia ikut BoP bebaskan Palestina dari cengkeraman Israel: Ketua MPR

Penerjemah: Bagus A, Tegar Nurfitra
Editor: Primayanti
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar