Analisis Ahli: Dampak Impor Seribu Ton Beras dari Amerika Serikat

WARTAKOTALIVE.COM – Indonesia bakal terima 1.000 ton impor beras dari Amerika Serikat (AS) yang harganya jauh lebih mahal dibandingkan negara pemasok biasanya.

Pembukaan keran impor beras dari AS ini jadi salah satu syarat supaya Indonesia bisa dapat tarif impor yang lebih rendah ke sana.

Sebelumnya, AS sempat mengancam akan kenakan tarif hingga 32 persen untuk produk Indonesia.

Tapi setelah ada kesepakatan, tarif impor itu turun jadi 19 persen.

Salah satu syarat perjanjian dagangnya adalah Indonesia harus beli impor beras 1.000 ton dari AS.

Padahal, AS bukanlah produsen beras utama dunia. Beras dari AS biasanya bukan untuk kalangan menengah ke bawah, tapi lebih untuk pasar atas.

Rencana pemerintah Indonesia mengimpor beras khusus 1.000 ton dari AS berdasarkan perjanjian ART yang disepakati Kamis (19/2/2026) waktu AS dikomentari pengamat pertanian dari CORE, Eliza Mardian.

Eliza, seperti dimuat Kontan.id, menjelaskan soal untung rugi Indonesia impor beras dari AS.

Dia bilang, kebutuhan beras nasional dan beras khusus biasanya dipasok dari negara seperti Thailand, Vietnam, Pakistan, Myanmar, India, sampai Jepang.

Jadi, beras yang masuk dari AS diperkirakan jenis khusus kayak basmati, jasmine, beras merah, atau japonica.

“Adanya komitmen dengan AS ini memaksa kita impor beras khusus. Jenis beras khusus yang diproduksi AS pun kurang lebih seperti basmati, jasmine, beras merah, japonica,” ujarnya Senin (23/2/2026).

Baca juga: Benarkan Indonesia Rugi Banyak Usai MA AS Batalkan Kenaikan Tarif Trump?

Eliza menyoroti selisih harga yang lumayan besar antara beras AS dan beras impor biasa ke Indonesia.

Berdasarkan data, harga rata-rata beras ekspor AS mencapai US$ 844 per ton, sementara harga rata-rata impor beras Indonesia sekitar US$ 600 per ton.

MEMBACA  Prabowo Dorong Lulusan untuk Menerima Kegagalan sebagai Jalan Menuju Kekuatan

“Jadi relatif mahal beras US. Karena komitmen tadi kita impor bukan lagi karena harganya kompetitif, tapi karena keharusan. Meski mahal ya harus dibeli. Akibatnya harganya relatif lebih mahal,” tegasnya.

Meski begitu, Eliza nilai dampaknya ke inflasi secara luas mungkin terbatas, soalnya beras khusus itu untuk pasar niche.

Konsumen utamanya adalah kalangan menengah atas dan sektor Hotel, Restoran, dan Kafe (Horeka) yang nyediakan masakan luar negeri.

Tinggalkan komentar