loading…
AS selalu mengubah tujuan perang Iran. Foto/X
TEHERAN – Amerika Serikat sudah sangat mengubah tujuan yang mereka sampaikan dalam perang Iran karena gagal mencapai kemajuan di front utama. Hal ini diungkapkan Mohamad Elmasry, profesor di Institut Pascasarjana Doha.
Dalam wawancara dengan Al Jazeera, Elmasry mengatakan Presiden Trump “cukup tidak konsisten” di awal perang, dengan menetapkan “tujuan yang ambigu dan kadang bertentangan”.
AS telah “berusaha sejak itu untuk memperkuat pesannya”, ujarnya, sambil mencatat pergeseran pembicaraan tentang isu perubahan pemerintahan di Iran, pembuatan kesepakatan, dan Selat Hormuz.
“Mereka [pejabat AS] awalnya bicara tentang perubahan rezim – ini jelas salah satu tujuan utama operasi ini,” kata Elmasry. “Sekarang mereka mengakui bahwa rezim ini ada disini dan tidak akan kemana-mana.”
Trump juga sudah berubah pendiriannya tentang masalah kesepakatan dengan Iran, yang sekarang dia bilang bahkan tidak diperlukan, dan pembukaan Selat Hormuz, kata Elmasry. Retorika itu “bergeser akibat dari kegagalan strategis AS secara keseluruhan untuk mencapai keinginannya dalam perang ini,” jelasnya.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio menyatakan bahwa akhir perang di Iran mungkin sudah dekat. Washington memberi sinyal kemungkinan untuk dialog langsung dengan pimpinan Teheran dan pengurangan konflik bahkan tanpa ada perjanjian.
Pernyataan itu menunjukkan perubahan dan kadang kontradiksi dalam jadwal dan pernyataan dari Washington tentang bagaimana dan kapan perang, yang sekarang sudah masuk minggu kelima, mungkin akan berakhir.
“Kami akan segera pergi,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih pada hari Selasa, dan mengatakan bahwa penarikan pasukan bisa terjadi “dalam dua minggu, mungkin dua minggu, mungkin tiga minggu.”
Ketika ditanya apakah diplomasi yang sukses adalah syarat bagi AS untuk mengakhiri apa yang disebutnya “Operasi Epic Fury”, Trump menjawab tidak.
“Iran tidak harus buat kesepakatan, tidak,” katanya. “Tidak, mereka tidak harus buat kesepakatan dengan saya.”
Washington sebelumnya mengancam akan meningkatkan operasi jika Teheran tidak menerima kerangka gencatan senjata 15 poin dari AS. Diantara tuntutan utamanya adalah agar Iran berkomitmen untuk tidak mengejar senjata nuklir, menghentikan semua pengayaan uranium, dan membuka sepenuhnya Selat Hormuz.
Gedung Putih menyatakan Trump akan berpidato kepada bangsa “untuk memberikan pembaruan penting tentang Iran” pada pukul 9 malam EDT hari Rabu (0100 GMT hari Kamis).