Ambisi AI Melampaui Kapasitas Bumi

Kamis, 5 Februari 2026 – 10:05 WIB

Jakarta, VIVA – Perusahaan SpaceX yang dimiliki oleh Elon Musk telah menyelesaikan pengambilalihan terhadap perusahaan rintisan kecerdasan buatan-nya sendiri, yaitu xAI. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh sang miliarder.

Baca Juga :


Deretan Nama Tokoh Terkenal dalam 3 Juta Dokumen Jeffrey Epstein yang Dirilis DOJ AS

Dengan nilai akuisisi yang mencapai US$1,25 triliun, ini akan menjadi penggabungan perusahaan terbesar yang pernah ada bdasarkan nilai tersirat, baik untuk perusahaan publik maupun swasta.

Tujuan dari akuisisi ini adalah untuk membangun sebuah platform teknologi yang lebih terintegrasi. Platform ini akan menggabungkan kecerdasan buatan, teknologi roket, internet satelit, komunikasi langsung ke perangkat, dan juga infrastruktur komputasi waktu nyata.

Baca Juga :


Alexander Sabar: Akses Layanan Grok Sudah Dinormalisasi, Ada tapinya

Elon Musk secara khusus menyebutkan potensi dari pusat data yang berbasis di ruang angkasa. Ia melihatnya sebagai solusi masa depan untuk memenuhi kebutuhan daya yang sangat besar dari fasilitas komputasi berintensitas energi tinggi, yang diperlukan untuk mendukung layanan AI. Meskipun begitu, konsep ini masih belum terbukti dan kebanyakan masih bersifat teoritis.

“Kebutuhan listrik global untuk AI sama sekali tidak dapat dipenuhi dengan solusi yang berbasis di darat, bahkan dalam jangka pendek,” ujarnya, seperti dikutip dari situs Russia Today, Kamis, 5 Februari 2026.

Baca Juga :


Elon Musk Buka Lowongan Kerja Bergaji Rp4 Miliar, Cek Syarat Daftarnya!

Sumber yang dikutip oleh Bloomberg menyebutkan nilai perusahaan SpaceX adalah US$1 triliun dan xAI sebesar US$250 miliar. Artinya, penggabungan ini akan menciptakan sebuah perusahaan gabungan dengan nilai potensial sebesar US$1,25 triliun, dimana harga per lembarnya dilaporkan sebesar US$526,59.

MEMBACA  Keanggotaan BRICS harus memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia: DPR

Langkah ini diambil disaat SpaceX bersiap untuk melakukan apa yang diproyeksikan menjadi salah satu Penawaran Umum Saham Perdana (IPO) terbesar dalam sejarah, pada akhir tahun ini. Menurut sumber yang mengetahui aksi korporasi ini, perusahaan gabungan tersebut bisa bernilai lebih dari US$1,5 triliun setelah go public.

Para investor xAI dilaporkan akan menerima saham SpaceX sebagai bagian dari transaksi ini, dengan ketentuan yang sampai saat ini belum diungkapkan ke publik.

Meskipun mendapatkan kritik yang luas karena chatbot Grok milik xAI dituduh mempromosikan konten rasis dan menyebarkan gambar deepfake seksual tanpa persetujuan yang melibatkan wanita dan anak-anak, perusahaan ini terus menarik minat investor di tengah booming AI global.

Pada Januari 2026, xAI menyatakan telah mengumpulkan dana sebesar US$20 miliar dalam putaran pendanaan Seri E yang dipimpin oleh investor-investor besar.

Mega Merger Elon Musk

Elon Musk sedang mempertimbangkan untuk menggabungkan kerajaan bisnisnya. Ada tiga yang berpotensi yaitu SpaceX, Tesla, dan xAI. Skenario-skenario ini begitu dipandang.

VIVA.co.id

2 Februari 2026

Tinggalkan komentar