Aktor Indonesia yang Terlalu Sering Kalah dalam Duel

Minggu, 4 Januari 2026 – 08:54 WIB

Jay Idzes jadi sorotan setelah Sassuolo gagal pertahankan keunggulan saat hadapi Parma di pekan ke-18 Serie A 2025/2026. Hasil imbang itu bikin bek Timnas Indonesia dapat penilaian kurang bagus dari media setempat.

Baca Juga :


Kata Pelatih Persija Usai John Herdman Resmi Jadi Pelatih Timnas Indonesia

Bermain di Stadion Mapei, Sabtu 3 Januari, Sassuolo cuma dapat poin satu setelah ditahan Parma 1-1. Padahal, mereka sempat unggul duluan sebelum kebobolan di babak pertama.

Sassuolo unggul lewat sundulan Kristian Thorstvedt yang gak bisa dihentikan kiper Parma, Edoardo Corvi. Tapi, keunggulan itu gak bertahan lama.

Baca Juga :


Jadwal Debut John Herdman di Timnas Indonesia

Di menit ke-24, Parma berhasil menyamakan kedudukan lewat tendangan kaki kiri Manuel Pellegrino dari luar kotak penalti. Jay Idzes yang jadi bagian pertahanan Sassuolo coba hadang tembakan striker Argentina itu, tapi gagal blok bola yang masuk ke sudut kiri gawang.

Skor 1-1 bertahan sampai pertandingan selesai.

Baca Juga :


John Herdman: Timnas Indonesia seperti Kanada

Karena momen itu, performa Jay Idzes disorot media Italia, Tutto Sassuolo. Bek kelahiran Belanda itu dapat nilai 5,5, salah satu yang terendah di laga tersebut.

“Dia menghadapi lawan yang sepadan di Pellegrino,” tulis Tutto Sassuolo dalam ulasanya.

Media itu nilai Pellegrino jadi tantangan berat untuk pertahanan Sassuolo, termasuk Idzes, terutama dalam duel fisik.

“Penyerang Argentina itu secara fisik sulit dihadapi, dan pemain Indonesia terlalu sering kalah duel,” tulis mereka.

Tutto Sassuolo juga nilai Idzes seharusnya bisa ambil keputusan beda saat gol terjadi.

“Dia bisa saja keluar dan coba halangi tembakan Pellegrino,” lanjut ulasan itu.

MEMBACA  OceanGate Akan Menjelajahi Palung Bahama Hingga Kedalaman 202 Meter

Sementara itu, pelatih Sassuolo, Fabio Grosso, sayangkan timnya gagal amankan kemenangan. Meski begitu, pelatih yang bawa Italia juara Piala Dunia 2006 itu tegaskan dia gak mau salahkan satu pemain tertentu.

“Kami biarkan mereka cetak gol penyama, tapi kami gak bisa balik unggul,” kata Grosso.

Dia nilai Sassuolo seharusnya bisa tampil lebih efektif, terutama di babak kedua.

“Di babak kedua, kami seharusnya bisa berikan dampak berbeda, terutama di area penting, dan kami gak boleh biarkan lawan terbuka buat serang,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Grosso akui timnya masih ada kendala di beberapa momen, tapi pilih ambil sisi positif dari hasil ini.