Jumat, 1 Mei 2026 – 19:30 WIB
VIVA – General Motors (GM) kembali membuat kejutan di dunia otomotif dan teknologi. Perusahaan asal Amerika Serikat itu mengungkapkan bahwa hampir 90 persen kode perangkat lunak untuk teknologi mobil otonom mereka kini ditulis menggunakan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Ilustrasi AI di Industri Energi
Pernyataan itu disampaikan langsung oleh CEO GM, Mary Barra, dalam laporan keuangan kuartal pertama 2026. Langkah ini menunjukkan bagaimana AI kini bukan lagi cuma fitur tambahan, tetapi sudah menjadi bagian utama dalam pengembangan kendaraan masa depan.
Menurut Barra, dikutip VIVA dari Carscoops 1 Mei 2026, penggunaan AI membantu GM mempercepat pengembangan sistem autonomous driving atau teknologi berkendara tanpa campur tangan manusia. AI digunakan untuk menghasilkan kode perangkat lunak dalam jumlah besar yang sebelumnya harus ditulis secara manual oleh para engineer.
Teknologi ini akan menjadi fondasi generasi terbaru Super Cruise, fitur bantuan berkendara milik GM yang sudah tersedia di berbagai model Cadillac, Chevrolet, GMC, dan Buicktak. GM bahkan berencana menghadirkan fitur "eyes-off, hands-off driving" pada 2028 tepatnya. Artinya, pengemudi nantinya bisa lepas tangan dari setir dan tidak perlu terus melihat jalan dalam kondisi-kondisi tertentu di jalan tol.
Generasi baru Super Cruise akan menggunakan kombinasi lidar, radar, dan kamera high-resolution untuk membaca situasi jalan secara real-time. Sistem itu juga akan menampilkan lampu indikator berwarna turquoiseben untuk memberi tahu pengguna lain kalau kendaraan sedang jalan secara otomatis.
GM juga menyebut kalau pengembangan AI ini dilakukan dengan memanfaatkan jutaan mil data berkendara nyata. Bahkan, pihak perusahan mengklaim sistem mereka kini dilatih pakai simulasi yang berjalan sampai 50 ribu kali lebih cepat dibanding kondisi di dunia nyata. Selain pengujian virtual, mereka juga mulai memperluas uji coba kendaraan otomatis di jalan umum Amerika Serikat dengan pengawasan langsung.
Langkah besar yang dilakukan GM ini muncul setelah perusahan menutup divisi robotaxi Cruise pada akhir 2024 karena banyak kontroversi dan regulasi yang rumit. Tim beserta teknologinya kini digabungkan ke dalam pengembangan Super Cruise. Walaupun sempat terkena kritik karena kegagalan di proyek robotaxi, kayaknya GM belum menyerah di sektor kendaraan otonom. Kini mereka lebih fokus ngembangin fitur autonomous driving buat mobil pribadi daripada layanan taksi tanpa sopir.
Menurut data terbaru, para pengguna GM udah menempuh lebih dari satu miliar mil menggunakan Super Cruise secara hands-free. Angka tersebut tentu lebih jadi modal penting buat GM dalam melatih sistem AI terus meningkatkan kualitas tanpa gangguan yang berarti.