Minggu, 8 Februari 2026 – 08:43 WIB
Jakarta, VIVA – Warren Buffett dikenal sebagai investor kelas dunia yang kekayaannya miliaran dolar AS. Tapi, kehidupan pribadinya justru sangat sederhana. Dia masih tinggal di rumah di Omaha yang dibelinya tahun 1958 dengan harga $31.500 atau sekitar Rp529,2 juta.
Kekayaannya tidak dibangun dari gaya hidup mewah atau spekulasi berisiko, tapi dari keputusan keuangan yang disiplin dan konsisten selama puluhan tahun.
Filosofi pengeluarannya menunjukkan kebiasaan keuangan yang sering dianggap normal, padahal justru menghambat kebebasan finansial. Kebiasaan ini kelihatan sepele, tapi efeknya menumpuk dan mengurangi peluang membangun aset dalam jangka panjang.
Berikut tujuh jenis pengeluaran yang paling menghambat seseorang jadi kaya, dirangkum dari New Trader U, Minggu, 8 Februari 2026.
1. Utang Kartu Kredit Bunga Tinggi
Utang kartu kredit adalah jebakan finansial paling berbahaya. Dengan bunga 18–20 persen, pertumbuhan utang lebih cepat dari rata-rata hasil investasi. Akibatnya, bunga berbunga malah merugikan peminjam dan memperburuk kondisi keuangan. “Kalau saya pinjam uang dengan bunga 18 atau 20 persen, saya akan bangkrut,” kata Warren Buffett.
2. Mobil Baru
Mobil baru langsung turun harganya begitu keluar dari dealer, bisa kehilangan sekitar 20% nilainya di hari pertama dan lebih dari 30% dalam setahun. Kendaraan adalah alat transportasi, bukan investasi. “Saya cuma berkendara sekitar 3.500 mil per tahun, jadi sangat jarang beli mobil baru,” ungkapnya.
3. Judi dan Lotre
Perjudian dan lotre menawarkan harapan instan, padahal peluang menang sangat kecil. Pengeluaran rutin untuk tiket lotre bisa terkumpul jadi jutaan rupiah per tahun yang seharusnya bisa diinvestasikan. “Saya bukan orang yang sok suci, tapi sampai batas tertentu, perjudian adalah pajak atas ketidaktahuan,” katanya.
4. Belanja Impulsif dan Pengeluaran Tak Perlu
Iklan digital, promo instan, dan kemudahan transaksi mendorong orang untuk belanja dulu, nabung nanti. Pola ini membuat investasi selalu jadi sisa, bukan prioritas. “Jangan menabung dari sisa setelah belanja, tapi belanjalah dari sisa setelah menabung,” pesannya.
5. Kebiasaan Mahal kayak Merokok
Pengeluaran rutin yang terasa kecil, seperti rokok, nongkrong mahal tiap hari, atau langganan yang nggak kepake, jadi kebocoran finansial jangka panjang. Selain biaya langsung, ada potensi beban kesehatan di masa depan. “Rantai kebiasaan terlalu ringan untuk dirasakan sampai jadi terlalu berat untuk dipatahkan,” ujar Warren Buffett.
Baca Juga: