6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Konflik: Dari Ketahanan Nasional hingga Daya Tahan Militer

loading…

Iran pilih perpanjang durasi perang. Foto/X

TEHERAN – Kerugian di puncak struktur kekuasaan Iran sangat besar.

Pemimpin Tertinggi sudah meninggal. Penggantinya, Mojtaba Khamenei, belum terlihat di publik sejak serangan yang menewaskan ayahnya — menimbulkan pertanyaan baru tentang siapa sebenarnya yang menjalankan negara.

Ali Larijani, ahli strategi perang utama rezim dan pengambil keputusan de facto, juga telah tewas.

Banyak tokoh senior di kementerian pertahanan, intelijen, dan keamanan telah tewas, bersama dengan beberapa komandan paling penting dari Korps Garda Revolusi Islam.

Tapi, bahkan setelah pemenggalan kepemimpinan ini, Iran tidak mundur. Malahan, mereka memberi sinyal siap untuk memperpanjang perang — bertaruh bahwa ketahanan, bukan kemenangan cepat, bisa membentuk ulang konflik untuk keuntungan mereka, menurut analisis CNN.

Dalam retorika terbaru, seorang komandan senior Iran memperingatkan bahwa bahkan “taman, area rekreasi, dan tempat wisata” bisa jadi sasaran — pernyataan yang diberitakan oleh Al Jadeed Lebanon — menandakan kemungkinan perluasan target diluar target militer biasa.

Sepintas, strategi ini kelihatan kontra-intuitif. Iran telah menderita kerugian besar di medan perang, struktur komandonya kacau, dan ekonominya dibawah tekanan yang makin besar. Tapi analis bilang memperpanjang perang mungkin merupakan keputusan yang udah dihitung, didorong oleh kelangsungan hidup, strategi, dan pengaruh.

6 Strategi Iran Perpanjang Durasi Perang, dari Ketahanan sampai Bertahan Hidup

1. Bertahan Hidup Lebih Penting

Bagi kepemimpinan Iran, bahaya yang lebih besar mungkin bukan kekalahan di medan perang, tetapi persepsi kekalahan di dalam negeri. Penurunan ketegangan yang terlalu cepat dibawah tekanan bisa memperkuat perbedaan pendapat internal dan melemahkan cengkeraman rezim terhadap kekuasaan.

MEMBACA  Akses Lift Ditutup, Penghuni Apartemen Bale Hinggil Wadul ke DPRD SurabayaTranslation: Akses Lift Ditutup, Penghuni Apartemen Bale Hinggil Meminta ke DPRD Surabaya

Tinggalkan komentar