loading…
“Dancing missile” adalah nama lain untuk rudal Sejjil yang mengguncang pertahanan udara Israel dan negara-negara Arab. Foto/X/@IranDefenceForc
TEHERAN – Iran dilaporkan menggunakan rudal balistik canggih Sejjil, yang dijuluki “dancing missile” atau “rudal menari,” di kawasan Timur Tengah. Kemampuan manuvernya yang unik dan desain berbahan bakar padat memungkinkannya menghindari sistem pertahanan udara, sehingga menciptakan tantangan besar untuk dicegat. Kemampuan ini menambah pilihan serangan jarak jauh Iran.
Media Iran, PressTV, menyatakan rudal ini diluncurkan sebagai bagian dari serangkaian serangan yang menargetkan posisi Israel dan AS. Senjata ini cepat menarik perhatian dunia karena kemampuanya menghindari pertahanan udara, sehingga mendapat sebutan “rudal menari”.
Ini 5 Kecanggihan Dancing Missile yang Guncang Israel dan Negara-negara Arab
1. Manuvernya Sulit Dilacak
Sejjil adalah rudal balistik jarak menengah buatan Iran dengan jangkauan sekitar 2.000 km dan bisa membawa hulu ledak sekitar 700 kg. Analis pertahanan mengatakan desain, kecepatan, dan kemampuan manuvernya membuatnya jauh lebih sulit dilacak dan dihancurkan oleh sistem pencegat.
Rudal Sejjil sering disebut “rudal menari” karena bisa bermanuver aktif selama terbang.
2. Bukan Rudal Balistik Biasa
Menurut India Times, tidak seperti rudal balistik tradisional yang jalurnya bisa diprediksi setelah diluncurkan, Sejjil bisa melakukan penyesuaian di fase akhir penerbangannya. Pergerakan ini bisa membuat lintasanya terlihat tidak terduga, sehingga menyulitkan pelacakan radar dan upaya pencegatan.
Perilaku manuver seperti ini memaksa sistem pertahanan rudal untuk terus menghitung ulang jalur, sehingga penangkalan menjadi lebih sulit.
3. Bisa Mengelabui Radar
Sistem pertahanan udara sangat bergantung pada prediksi kemana rudal akan bergerak setelah diluncurkan. Setelah radar mendeteksi rudal, komputer menghitung lintasannya dan mengarahkan rudal pencegat ke titik tersebut.
Namun, rudal seperti Sejjil dapat mengubah arah geraknya selama fase akhir. Beberapa sistem juga bisa mengeluarkan umpan atau mengubah haluan di menit-menit terakhir, yang dapat mengecoh radar dan sistem pemandu rudal.