5 Fakta Halangi Pentagon: 16 Pangkalan AS Runtuh di Timur Tengah Tersembunyi

loading…

Kehancuran 16 pangkalan militer AS di Timur Tengah yang ditutupi Pentagon. Foto/RT

WASHINGTON – Bukti kerusakan di fasilitas militer AS di Teluk selama perang dengan Iran terus muncul. Washington akhirnya mengakui bahwa pangkalan-pangkalan mereka di beberapa negara terkena serangan. Meskipun media melaporkan setidaknya 16 pangkalan Amerika di kawasan itu jadi sasaran, Pentagon kayaknya berusaha banget buat nutupin kerusakan tersebut.

Beberapa jam setelah AS meluncurkan ‘Operasi Epic Fury’ pada 28 Februari, Iran membalas dengan nyerang pangkalan militer Amerika di seluruh Timur Tengah. Pejabat AS makin sering ngonfirmasi lokasi yang kena serangan, dan Pangkalan Pangeran Sultan di Arab Saudi jadi titik fokus kampanye itu.

Di belakang layar sensor, makin jelas kalo kerusakannya mungkin jauh lebih parah dari yang diakui Pentagon.

5 Fakta Kehancuran 16 Pangkalan AS di Timur Tengah yang Ditutupi Pentagon

1. Pemerintah AS Berusaha Keras Nutupinya

Dalam laporan ke komite Kongres pada hari Rabu, pejabat senior Pentagon Jules Hurst ngira-ngira kalo perang ini udah ngabisin biaya sekitar USD25 miliar buat Washington, sebagian besar buat amunisi. Menteri Perang Pete Hegseth gamau ngomong apakah angka itu termasuk biaya perbaikan pangkalan AS.

Para anggota parlemen ngritik perkiraan itu, bilang realistisnya rendah padahal laporan awal Pentagon nyebut perang ini abisin USD11 miliar cuma dalam enam hari pertama. Tapi biaya aslinya dilaporkan lebih tinggi lagi. Kalo termasuk Biaya perbaikan fasilitas, angka^n bisa mendekati USD40-50 miliar, menurut CNN dari sumber anonim.

Balasan Iran bikin mereka nyerang puluhan target di fasilitas AS di delapan negara Timur Tengah. Gudang, markas komando, hanggar pesawat, infrastruktur satelit, landasan pacu, radar canggih, dan puluhan pesawat dilaporkan kena serang. Di awal konflik, jet tempur F-5 Iran ngebom Camp Buehring di Kuwait, jadi yang pertama dalam beberapa tahun pangkalan AS diserang pesawat musuh, kata pejabat.

MEMBACA  Saham Ideaya menyentuh titik terendah 52 minggu di $22.15 di tengah tantangan pasar Oleh Investing.com

2. Washington Nunda Rilis Citra Satelit

Pertengahan Maret, perusahaan Planet Labs yang berbasis di California, yang nyediain akses citra satelit buat pemerintah dan bisnis, memperpanjang penundaan rilis gambar kerusakan sampai 14 hari biar gak dipake “aktor yang bermusuhan.” Tanggal 5 April, Bloomberg ngelapor kalo pemerintah Trump udah minta perusahaan itu dan beberapa lain buat “secara suka rela nahan gambar area tertentu karena konflik di Timur Tengah.” Beberapa gambar Planet Labs yang dibagi online emang ngasih liat kerusakan di situs militer AS.

Tinggalkan komentar