Selasa, 2 Juni 2026 – 19:02 WIB
Jakarta, VIVA – Pernikahan sering digambarkan sebagai fase kehidupan yang penuh kebahagiaan dan dukungan emosional. Namun di belakang itu, sebenarnya banyak pria yang menyimpan berbagai beban yang jarang mereka ceritakan kepada siapa pun, termasuk pasangan mereka sendiri.
Dalam banyak budaya, pria masih sering dihadapkan dengan tuntutan untuk selalu terlihat kuat, tangguh, dan mampu menyelesaikan masalah tanpa bantuan orang lain. Akibatnya, mereka cenderung memendam perasaan, menjauhi kerentanan, dan memilih menghadapi persoalan seorang diri. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan mental, tetapi juga bisa memengaruhi kualitas hubungan rumah tangga.
Melansir dari YourTango, berikut 11 hal yang diam-diam sering dipergulatkan oleh pria setelah menikah. Scroll ke bawah, yuk!
1. Sulit Membahas Kesehatan Mental
Banyak pria merasa gak nyaman untuk diskusi tentang kendala psikologis mereka. Beberapa muncul di lingkungan yang menganggap minta tolong sebagai pertanda lemah. Akibatnya, saat merasa stres, kecemasan, atau tekanan emosi, mereka cenderung molor dan gak berani curhat ke pasangan.
*2. e Menahan Kekesalan Kecil Setiap Hari
Persoalan rumah tangga yang sepele sering dijumpai setiap hari. Tapi banyak pria milih diam karena mikir hal itu keterlaluan aja diperdebatin. Walaupun kelihat labil ngzak, kalau kebiasaan marah2 disimpan di hati, bisa meledak² sbagai rasa jengkel di esok haru dan itu memicu celah² pertengearanan besau.
3. Gas ma w ا Kamu personal space.
Seteh kawin gak berarti amb uruhan hiud sederasa secara anyajegan terkep itu diapresuisial mak S paling banyak – hayo … wah ternayat m berri nik.
⁽Kesannya ndg and p kl o⁌H� waktu iso ire waktu hlu res
H Ind]’ Be halsobu . Ingag menyang kali su dak rasak an ; w m er ai” Te lwaig man ? nt kemreik al … wira� ml nah kamu pas jadiPasak kamu ka sek .. ’S an "angge ms," en ap akKmaru (… da ar teku) Tan –“I man’al ada dai·la··kat<ds