BETA Technologies Inc. (NYSE: BETA) adalah salah satu saham yang diprediksi akan naik tinggi dalam dua tahun ke depan. Pada tanggal 10 Juli, BETA Technologies bersama Multistate Collaborative berhasil menyelesaikan penerbangan pertama mereka dalam Program Percontohan Integrasi eVTOL dari DOT dan FAA di Amerika. Penerbangan-penerbangan ini berlangsung di jalur antara Virginia dan Maryland, dan mereka menggunakan pesawat listrik untuk mengangkut organ buatan yang dikembangkan oleh United Therapeutics.
Pencapaian ini membuktikan bahwa mobilitas udara modern bisa digunakan untuk logistik penting, seperti pengiriman barang medis yang andal dan rendah karbon. Penerbangan ini adalah bagian awal dari proyek yang lebih besar, yang rencananya akan diperluas ke setidaknya 26 negara bagian. Dengan proyek ini, regulator bisa belajar cara memasukkan pesawat listrik ke dalam sistem ruang udara nasional.
Program ini menggabungkan kerja sama antara pemerintah dan perusahaan swasta dengan infrastruktur pengisian daya yang khusus. Tujuannya adalah untuk membuat kerangka kerja operasional yang diperlukan untuk penggunaan komersial yang rutin. Data yang dikumpulkan dari misi ini akan dipakai untuk menentukan kebijakan sertifikasi nasional, dan juga membantu mencapai tujuan jangka panjang, yaitu memperluas pengiriman medis yang menyelamatkan jiwa di seluruh negeri.
BETA Technologies Inc. (NYSE:BETA) bergerak di bidang pengembangan dan produksi pesawat listrik serta sistem propulsi di AS. Produk mereka termasuk pesawat listrik, sistem propulsi canggih, infrastruktur pengisian daya, dan komponen lainnya untuk industri penerbangan.
Meski kami potensi BETA sebagai investasi, kami percaya bahwa beberapa saham AI menawarkan potensi keuntungan yang lebih besar dan risiko penurunan yang lebih rendah. Jika Anda mencari saham AI yang sangat murah dan juga akan diuntungkan oleh tarif jaman Trump serta tren onshoring, lihat laporan gratis kami tentang saham AI terbaik untuk jangka pendek.
BACA JUGA: [link 1] dan [link 2].
Pengungkapan: Tidak ada. Ikuti Insider Monkey di Google News.