Perbandingan Penjualan Bus Mercedes-Benz dan Scania, Siapa Juaranya di Pasar?

Penjualan bus di Indonesia mengalami sedikit penurunan pada Juni 2026. Menurut data wholesales dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), distribusi bus dari pabrik ke dealer tercatat sebanyak 409 unit. Angka ini turun dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 428 unit.

Meskipun begitu, secara kumulatif penjualan bus dari Januari hingga Juni 2026 sudah mencapai 1.968 unit. Angka ini menunjukan kalau permintaan kendaraan angkutan penumpang masih cukup stabil, terutama untuk segmen bus ukuran kecil.

Menurut data yang dilihat pada Minggu, 12 Juli 2026, segmen bus dengan bobot kotor atau GVW 5-10 ton masih menjadi kontributor terbesar. Di semester pertama 2026, kategori ini mencatat penjualan sebanyak 1.373 unit, atau sekitar 70 persen dari total pasar bus nasional.

Di kelas tersebut, Isuzu menjadi pemain paling dominan lewat model NLR55 B dengan penjualan 547 unit. Posisi kedua ditempati Mitsubishi Fuso FE84G BC sebanyak 344 unit, lalu disusul Isuzu NQR71 EC dengan 161 unit.

Untuk segmen bus GVW 10-24 ton, penjualan mencapai 564 unit selama enam bulan pertama tahun ini. Hino menjadi penguasa di kategori ini lewat model RM280 STD dengan penjualan 252 unit. Diikuti oleh Mercedes-Benz OH1626L yang membukukan 160 unit.

Sementara segmen bus besar dengan GVW di atas 24 ton masih menjadi pasar yang paling kecil. Total penjualannya hanya mencapai 31 unit sepanjang Januari hingga Juni 2026. Mercedes-Benz tetap memimpin di kelas tersebut melalui model O500 RSD 2445 Maxi dengan penjualan 19 unit. Scania membukukan masing-masing lima unit lewat model K450CB-6×2 dan K410CB-6×2.

Melihat tren bulanan, penjualan bus sempat naik cukup tajam pada Mei menjadi 428 unit, kemudian terkoreksi sedikit menjadi 409 unit pada Juni. Dengan total 1.968 unit di semester pertama, pasar bus nasional diperkirakan masih berpeluang tumbuh di paruh kedua 2026, terutama menjelang pengadaan armada baru untuk sektor transportasi dan pariwisata.

MEMBACA  IADS Tunjuk Robert Rooderkerk sebagai Penasihat Akademis Perdana untuk Perkuat Riset dan Dukungan Strategi Ritel

Tinggalkan komentar