FM Sugiono Beri Penghormatan Terakhir untuk Pemimpin Tertinggi Iran, Khamenei

Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, memberikan penghormatan terakhir kepada mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, di tempat pemakamannya di Kota Suci Mashhad pada hari Jumat (10 Juli).

Kunjungan ini dilakukan setelah terjadi perubahan besar di kawasan Timur Tengah, menyusul wafatnya Khamenei pada 28 Februari 2026 dalam serangan militer AS-Israel di Teheran.

Khamenei telah menjadi pemimpin politik dan agama tertinggi Iran selama hampir 37 tahun.

“Indonesia akan mengenang Yang Mulia (Ali Khamenei) sebagai seorang ulama yang dihormati dan figur penting dalam persahabatan abadi antara Indonesia dan Iran,” tulis Sugiono di akun media sosial resminya yang dipantau dari Jakarta pada hari Sabtu.

Menteri luar negeri itu mengatakan hubungan jangka panjang antara Indonesia dan Iran akan terus dibangun dengan saling menghormati dan solidaritas.

Di sela-sela kunjungan tersebut, Sugiono mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Iran, Seyyed Abbas Araghchi, untuk membahas perkembangan regional dan global.

“Kedua menteri saling bertukar pandangan mengenai perkembangan regional dan global serta menekankan pentingnya menyelesaikan konflik melalui dialog, diplomasi, penghormatan terhadap kedaulatan nasional, dan hukum internasional,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Indonesia pada hari Sabtu.

Dalam pertemuan itu, kedua menteri menegaskan komitmen mereka untuk memperkuat hubungan bilateral dengan memperluas kerja sama praktis di berbagai sektor prioritas.

Delegasi Indonesia yang juga diikuti oleh Ketua MPR Ahmad Muzani diterima di lokasi pemakaman oleh Ayatollah Ahmad Marvi, Penjaga Utama Kuil Suci Imam Reza.

Muzani menyebutkan Khamenei dimakamkan di samping makam Imam Reza, imam kedelapan dalam mazhab Syiah.

Kompleks Kuil Suci Imam Reza di Mashhad adalah salah satu tempat suci utama di Iran dan dikunjungi oleh jutaan peziarah Muslim setiap tahunnya.

MEMBACA  Trump Batasi Penjualan Senjata ke Anggota NATO untuk Prioritaskan Stok Domestik

Tinggalkan komentar