KH Zulfa Mustofa, Wakil Ketua Umum PBNU, meluncurkan dan membedah empat kitab yang dikumpulkan dalam Ithafu Ummati Al Muqtafa di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat. Acara ini digelar pada Jumat, 10 Juli 2026.
Peluncuran kitab ini bertujuan untuk menghidupakan tradisi menulis di kalangan ulama dan pesantren. Keempat kitab tersebut membahas metodologi Bahtsul Masail, ushul fikih, fatwa kontemporer, dan biografi Syekh Nawawi al-Bantani.
KH Zulfa menjelaskan, karya ini adalah usaha untuk memperkaya literasi Islam dan memberikan rujukan keilmuan yang sesuai dengan tradisi pesantren namun tetap relevan dengan perkembangan jaman. Ia mengatakan ini adalah hadiah untuk umat Nabi Muhammad SAW dan bagian dari upaya menjaga tradisi keilmuan NU.
Setelah acara, KH Zulfa menanggapi namanya yang disebut-sebut sebagai calon Ketua Umum PBNU menjelang Muktamar ke-35. Ia mengatakan siap jika diminta oleh pengurus wilayah dan cabang. Menurutnya, jabatan di NU adalah amanah untuk menjaga organisasi dan memberikan manfaat bagi umat.
Ketua Lembaga Dakwah PBNU, KH Abdullah Syamsul Arifin, mengatakan dukungan dari berbagai PWNU dan PCNU untuk KH Zulfa semakin kuat. Ia menilai Zulfa sebagai ikon perubahan di NU.
Profil Singkat KH Zulfa Mustofa
KH Zulfa Mustofa lahir di Jakarta pada 7 Agustus 1977. Ia berasal dari keluarga pesantren, putra dari KH Muqarrabin dan Nyai Hj Marhumah Latifah. Pendidikan agamanya diperoleh di pesantren salaf Kajen, Pati, Jawa Tengah. Ia berguru pada ulama seperti almarhum KH MA Sahal Mahfudh dan KH Rifa’i Nasuha, dan mendalami fikih, ushul fikih, serta Bahtsul Masail.