Andrew Mills, yang sudah setengah pensiun dan pindah ke Spanyol lima tahun lalu, bilang kebakaran hutan biasa terjadi tiap musim panas.
Tapi kebakaran kali ini beda, katanya. “Dalam dua jam, seluruh gunung itu sudah terbakar. Mereka tidak punya kesempatan sama sekali untuk menghentikannya.”
Beberapa orang yang berhasil selamat atau lari dari kobaran api juga harus membayar harga yang sangat mahal.
Jose Antonio Flores, warga Los Gallardos, melihat sendiri api melahap tanah yang ia rawat selama puluhan tahun.
“Hati saya hancur,” kata Flores kepada kantor berita Reuters. Sambil menunjuk putranya, dia melanjutkan, “Saya membesarkannya di sana, di tempat yang terbakar itu. Saya punya 600 pohon jeruk.”
Sepanjang hari Jumat, ratusan petugas pemadam kebakaran, personel militer dan polisi, serta 30 pesawat, terus melawan kobaran api.
“Ini pertama kalinya kami menghadapi kebakaran sedahsyat ini,” kata walikota Los Gallardos, Francisco Miguel Reyes, kepada stasiun radio Spanyol Cadena SER. Menurutnya, “Rasanya seperti ada bom yang jatuh” di daerah itu.
“Kalau saya ingat keadaan sebelum ada api dan lihat sekarang, sungguh mencengangkan.”