Investorincari peluang perbesar pusat data 1,3 GW di Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa sejumlah investor global sangat tertarik untuk membangun pusat data di Indonesia dengan total kapasitas 1,3 GW. Saat ini, kapasitas pusat data yang sudah beroperasi di Indonesia sekitar 580 MW. Menurut Menteri Airlangga, nilai investasi dari proyek ekspansi ini diperkirakan mencapai US$15-20 miliar.

Ia juga mengatakan bahwa raksasa teknologi Amerika Serikat, Nvidia, termasuk salah satu calon investor yang ingin masuk ke Indonesia dengan bekerja sama dengan mitra dari Australia. Selain itu, Telkom juga berencana melakukan investasi langsung. Di Karawang, hampir semua perusahaan teknologi besar akan mengembangkan pusat data mereka.

“Karena pusat data saat ini adalah kunci mutlak untuk kecerdasan buatan (AI) yang sangat bergantung pada komputasi kuantum,” jelas Airlangga. Untuk mendukung pertumbuhan sektor infrastuktur digital yang cepat, pemerintah juga serius menyiapkan program pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Pemerintah Indonesia kini bermitra dengan perusahaan semikonduktor asal Inggris, Arm Ltd. Kerjasama ini bertujuan untuk memperkuat sektor hulu industri digital nasional. Indonesia menargetkan bisa mengintegrasikan sekitar 15.000 insinyur lokal ke dalam ekosistem Arm global.

“Kami punya kebijakan hilirisasi di sektor tambang, tapi untuk sektor digital berarti kita malah ke hulu. Dengan naik ke hulu, pada akhirnya kita akan bodong lagi ke hilir jagtime. Tapi kunci semua ini adalah SDM,” katanya.

MEMBACA  Program Peningkatan Konsumsi Protein Melalui Makanan Sehat di Indonesia

Tinggalkan komentar