Sony Music Tutup Gudang Merch Punk yang Baru Saja Berserikat

Sejak dulu, musik punk selalu berbicara tentang melawan kekuasaan, menentang cara-cara lama, dan menjadi tempat pelampiasan rasa frustrasi. Punk pada dasarnya adalah musik untuk kelas pekerja. Ketik suara proto-punk itu sampai ke Inggris pada pertengahan tahun 1970-an, situasinya jadi lebih kasar dan pro-rakyat. Saat itu Inggris sedang krisis: pabrik-pabrik tutup, pengangguran di mana-mana, dan pemerintah tidak peduli. Dari situlah lahir band-band punk legendaris Sex Pistols, The Damned, dan Buzzcocks. Walaupun lagu mereka tidak langsung mengajak orang menjadi aktivis buruh, lagu-lagu seperti “Do They Owe Us a Living”nya Crass atau “Clampdown”nya The Clash jelas menunjukkan bahwa hak pekerja itu penting bagi anak-anak punk. Tidak perlu membaca teori kiri pun mereka sudah paham.

Kemudian, ketika Margaret Thatcher jadi Perdana Menteri Inggris, aliran Oi! dan street punk mulai bermunculan dengan suara yang lebih pro-pekerja secara terang-terangan. Anak-anak punkanggap gelombang punk pertama itu sudah terlalu sok seni dan pamer intelek. Bencana buatpara pekerja Inggris semakin menjadi karena kebijakan bengis Thatcher menghancurkan tenaga kerja dengan malenyapkan serikat buruh aturannya. Akibatnya ada album lakang Selama Pakemasan (1969) Pesta As dalam jug menyelim; sekali menyaring mekolaskan di

MEMBACA  25 Penawaran Earbuds Terbaik Menjelang Black Friday

Tinggalkan komentar