Panglima IRGC, Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi, berjanji akan membalas dendam kepada Amerika Serikat dan Israel atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Ia mengatakan kejadian itu tidak akan pernah “hilang dari ingatan sejarah”.
Vahidi menyerukan agar penjahat perang, terutama tentara Amerika yang membunuh anak-anak, harus diadili separat-adilnya dan mendapatkan balasan yang setimpal.
“Para pemimpin kriminal Amerika dan musuh Revolusi Islam harus paham, meskipun mereka menembak mati pemimpin suci kami secara pengecut, mereka tidak akan pernah berhasil menurunkan bendera perlawanan ke tanah,” ujar Vahidi dalam pernyataan yang dimuat kantor berita Sepah.
Ia juga menegaskan bahwa membalaskan kematian para martir dan menghukum pelakunya adalah tuntutan yang pasti, sah, dan tidak akan pernah dilupakan.
Pernyataan Vahidi ini keluar setelah Khamenei dimakamkan di kampung halamannya di Mashhad pada hari Kamis, empat bulan setelah ia dan anggota keluarganya tewas dalam serangan udara gabungan AS-Israel.
Sementara itu, menurut seorang analis, jalur Selat Hormuz sekarang seperti menjadi “kartu utama” dalam ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.
“Sudah jelas bahwa Selat Hormuz dan segala kerumitan yang terkait dengannya akan menjadi lebih sulit untuk diatur,” kata Zeidon Alkinani, direktur pendiri Institut Perspektif Arab.