Wapres Gibran Tinjau Pasar Banyuwangi Hasil Revitalisasi Berkonsep Wisata

Pasar Induk Banyuwangi telah berubah menjadi pasar yang berorientasi wisata setelah menjalani program revitalisasi. Perkembangan ini dilihat langsung oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat kunjungan kerja di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, pada Jumat.

Didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Gibran berkeliling pasar yang memiliki arsitektur terinspirasi dari budaya Osing. Wakil presiden meninjau berbagai bagian pasar, termasuk pintu masuk utama, kios, dan lapak.

Pasar ini dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dengan biaya sekitar Rp152 miliar atau sekitar US$9,3 juta. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan pasar dirancang sebagai destinasi wisata. Para pedagang dikelompokkan berdasarkan jenis barang dagangan supaya pengunjung lebih mudah berkeliling.

“Karena mengadopsi konsep pasar wisata, kami juga berharap pasar ini bisa menjadi tempat untuk berbagai acara di masa depan,” kata Ipuk. Saat kunjungan, Gibran juga bertemu dengan perwakilan pedagang pasar dan memberi selamat, menyebut pasar ini sudah dikembangkan menjadi fasilitas yang modern serta didesain dengan baik.

Pasar ini memakai elemen arsitektur lokal, dengan ornamen khas yang mewakili suku Osing, yaitu masyarakat adat asli Banyuwangi, terlihat jelas di seluruh area kompleks. Bangunannya dirancang sebagai bangunan hijau menggunakan tata letak semi-terbuka yang memungkinkan sirkulasi udara alami mengalir ke seluruh pasar.

Dibangun di atas lahan seluas 10.600 meter persegi, Pasar Induk Banyuwangi terdiri dari dua bangunan utama di sisi utara dan selatan kompleks. Pasar ini menampung 397 kios, 356 lapak, dan terbagi dalam tiga bagian utama: pasar basah atau sayuran/pangan, pasar kering, dan zona kuliner.

MEMBACA  Tangisan Pak Tarno Meledak Saat Menerima Bantuan Rp50 Juta dari Willie Salim

Tinggalkan komentar