Warta Kota Awards 2026 digelar di Studio 1 Kompas TV, Menara Kompas, Jakarta Pusat, pada Senin malam, 6 Juli 2026. Acara ini juga merayakan HUT ke-27 Warta Kota. CEO Tribun Network, Dahlan Dahi, menyambut baik acara ini. Menurut dia, penghargaan ini menunjukkan bahwa pers sedang menjalankan fungsinya, yaitu membangun mekanisme koreksi diri dalam sistem sosial politik.
Mekanisme koreksi diri ini adalah sistem yang bisa memperbaiki atau menyeimbangkan dirinya sendiri ketika ada masalah, tanpa perlu campur tangan dari luar. Dahlan Dahi bilang bahwa pers harus mengeluarkan pendapat publik dan mengatakan yang benar itu benar. Hal ini penting untuk mengontrol jalannya pemerintahan dan sistem sosial.
Ia juga mengatakan bahwa sistem kontrol dari pers bukan cuma soal menghukum, tetapi juga soal menghargai. Menghargai artinya menegaskan praktik yang baik, contoh yang baik, dan hal-hal yang perlu diwariskan. “Penghargaan adalah cara yang berbeda. Kami tidak cuma memberi insentif dengan hukuman, tapi juga dengan penghargaan,” katanya.
Karena itu, penting sekali untuk punya metode yang benar, kredibel, dan integritas tinggi untuk memilih siapa yang layak jadi contoh. Tim juri Warta Kota Awards 2026 terdiri dari Prof Syahrir Ika dari BRIN dan Prof Dr Lili Romli dari UI. Menurut Dahlan, prestasi pemerintah yang baik ditentukan terutama oleh gaya dan inovasi pemimpinnya, bukan sistem atau masalah keuangan. Indikator lainnya termasuk metodologi penilaian yang tidak asal membaca berita, harus dilakukan verifikasi langsung, wawancara dengan masyarakat, dan evaluasi pekerjaan. Selain itu, program pemerintah harus bagus dan patut dilanjutkan, tidak boleh berganti begitu saja kalau pemimpinnya berganti.